Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Pelaku Seni di Kabupaten Blitar Tak Dapat Program Pembinaan dari Pemerintah, Ini Alasannya

Mohammad Syafi'uddin • Kamis, 3 Oktober 2024 | 20:00 WIB
AKTIF: Dalang sedang memainkan wayang dalam sebuahpementasan.
AKTIF: Dalang sedang memainkan wayang dalam sebuahpementasan.

BLITAR - Pelaku seni di Kabupaten Blitar harus mandiri. Sebab, tahun ini tidak ada pembinaan dari pemerintah daerah lantaran personel terbatas.

Staf Bidang Kebudayaan Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Dhimas Anggoro menuturkan, program pembinaan seni terhenti karena kurangnya personel.

Sebelumnya, program ini berlaku untuk pelaku seni seperti seni dalang, sinden, seni tari, dan seni karawitan.

“Itu terhenti karena ada pengurangan pegawai, termasuk tenaga kontrak yang ada di bidang seni pedalangan. Sehingga sekarang masih kosong dan program belum bisa dilanjutkan,” ujarnya.

Karena hal ini pula, dinas kesulitan memastikan jumlah dalang yang aktif dan tidak di Kabupaten Blitar.

Walaupun begitu, Dhimas mengaku bangga karena para pelaku seni masih aktif menunjukkan eksitensinya di tengah gempuran budaya luar.

“Walaupun tidak ada bukti konkret, tapi ada banyak pemuda Blitar yang sekolah di ISI Surakarta mengambil jurusan pedalangan, karawitan, tari, dan berbagai seni lainya. Selain itu, di Blitar sendiri ada Paguyuban Pedalang Muda Blitar (Padagentar). Ini merupakan wadah anak muda yang bergerak di pedalangan,” jelasnya.

Meski tidak ada pembinaan, pemerintah daerah tidak lepas tangan. Dinas selalu mendukung pelaku seni. Misalnya, membantu dalam pengurusan legalitas organisasi para seniman.

Di lokasi terpisah, Kepala Disbudpar Kabupaten Blitar Suhendro Winarso mengaku ada sekitar 30 dalang muda yang tersebar di Kabupaten Blitar.

Pelaku seni pedalangan ini memiliki rentang usia yang berbeda-beda. Mulai dari yang paling kecil masih duduk di bangku kelas tiga sekolah dasar dan yang paling tua sudah di usia 22 tahun atau baru lulus dari perguruan tinggi.

“Saya berharap dunia dalang ini semakin banyak dikagumi oleh generasi muda. Sehingga regenerasi dalam rangka menjaga kebudayaan bisa tetap terjaga dan berkelanjutan. Untuk ini, jelas kami tidak bisa sendiri. Perlu juga campur tangan dan dukungan dari para seniman untuk menarik generasi muda agar turut terjun dalam dunia dalang,” jelasnya.

Baca Juga: Innalillahi, Marissa Haque Aktris Senior Meninggal Dunia, Begini Kondisi Sebelum Berpulang

Terkait adanya paguyuban yang masih belum lama berdiri tersebut, Suhendro mengaku sangat mengapresiasi adanya wadah ini.

Bahkan, dia turut mendukung berbagai kegiatan yang nantinya diadakan oleh Padagentar. (mg2/c1/hai)

 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#Kabupaten Blitar #pelaku seni #kebudayaan #Disbudpar