BLITAR - Keberadaan anak muda sebagai bonus demografi bisa mendongkrak berbagai potensi di Kabupaten Blitar. Namun dalam praktiknya masih ada beberapa kendala yang dihadapi dan harus segera ditangani.
Beberapa peran potensi ini seperti menggerakkan pembangunan desa, meningkatkan produktivitas, mendorong perekonomian, serta membantu mencapai keunggulan demografi.
Kepala Bidang (Kabid) Kepemudaan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Blitar, Eko Yudhi Prasetyo, menegaskan tentang berbagai potensi penting dari keberadaan anak-anak muda.
Meskipun, terkadang dinas kerap menghadapi kendala untuk meningkatkan potensi para anak muda, misalnya terkait anggaran.
“Tahun ini anggaran yang ada itu Rp 150 juta. Ini untuk panggung saja rasanya masih kurang, apalagi ditambah untuk pembayaran tenaga pelatih Blitar Youth Festival. Karena untuk penyelenggaraan event ini, anak-anak (pengurus, Red) mencari sponsor dari luar,” terangnya.
Selain kegiatan itu, dia mengaku dinas juga memiliki kegiatan duta pemuda. Seperti duta antinarkoba, duta lalu lintas atau duta entrepreneur, dan lain-lain.
Berbagai kegiatan ini sengaja dirancang sebagai upaya untuk meningkatkan potensi anak muda, khususnya dalam dunia ekonomi kreatif. Terpilihnya sektor kreatif ini dirasa lebih cocok untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
“Harapannya lewat berbagai kegiatan ini para pemuda dapat merintis usaha dari skill atau ilmu dari kelas kreatif. Tapi, kami juga ada pelatihan wirausaha muda yang tujuannya untuk memotivasi dan mengarahkan pengusaha muda. Jika itu terkait dengan persoalan lapangan pekerjaan,” ungkapnya.
Dari upaya yang dilakukan, dinas merasa bahwa progres pengembangan mulai terlihat. Dari indeks pembangunan pemuda dalam tiga tahun terakhir sebelumnya di bawah target, lambat laun mulai naik.
“Kalau ngomongin tuntas, ini jelas masih belum. Soalnya banyak anak muda kita yang perlu diberikan ruang agar bisa lebih berkembang. Untuk memenuhi hal ini perlu kinerja lintas sektor, entah pemerintah, swasta, akademisi, dan lain-lain,” jelasnya. (mg2/c1/ady)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila