BLITAR - Warga Desa Tugurejo, Kecamatan Wates, digegerkan dengan temuan mayat yang berada di Pantai Jolosutro pada Sabtu (5/10) sore.
Mayat tanpa identitas ini diperkirakan sudah meninggal dunia lebih tiga hari, karena beberapa bagian kulitnya mengelupas.
Kasi Humas Polres Blitar Ipda Putut Siswahyudi mengatakan bahwa penemuan mayat pada Sabtu petang sekitar pukul 17.00.
Mayat baru bisa dievakuasi sekitar pukul 21.00 karena masuk lokasi yang medannya sulit. Setelah itu, mayat dibawa ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi untuk dilakukan proses otopsi.
“Penemuan mayat ini pertama kali diketahui Warsianto, 28, warga Desa Ringinrejo, Kecamatan Wates. Berawal ketika dia bersama anaknya mencari ikan dengan menjaring dari pinggir laut. Nah, tiba tiba di atas bebatuan, dia mengetahui mayat tanpa busana dengan posisi tengkurap,” ujar Putut.
Mengetahui hal tersebut, saksi melaporkan kepada warga sekitar dan diteruskan ke Polsek Wates. Polisi tiba di lokasi bersama petugas medis dan warga setempat untuk melakukan evakuasi mayat.
Pemindahan mayat itu berlangsung lama karena posisinya berada di bebatuan karang pantai dan air laut sedang pasang.
Usai sampai di rumah sakit, petugas berusaha melakukan identifikasi mayat tersebut. Sayangnya, mayat ditemukan dalam kondisi tidak utuh, seperti rahang bawah sudah hilang.
Tidak hanya itu, kulit hingga dagingnya sebagian sudah terkelupas. Hal itu tentu membuat petugas kesulitan untuk melakukan identifikasi mayat tersebut.
"Untuk identitasnya masih belum diketahui. Kondisi jenazah masih rusak. Kami sudah berusaha melakukan identifikasi dengan alat bantu Mobile Automatic Multi Biometric Identification System (MAMBIS), namun hasilnya nihil. Karena kulit jari rusak, sehingga sidik jari tidak terdeteksi,” ungkapnya.
Putut menyebut, dari hasil identifikasi itu, mayat tersebut belum bisa dipastikan jenis kelaminnya. Meskipun begitu, kuat dugaan merupakan perempuan karena ada kerutan kulit payudara pada dadanya.
Kemudian untuk umur mayat itu, diperkirakan lebih dari 50 tahun jika dilihat dari postur tubuhnya. Hal itu juga diperkuat dengan adanya rambut kepala dan kelamin yang sebagian beruban dengan panjang sekitar 13 sentimeter (cm).
“Mayat tersebut juga teridentifikasi memakai cincin di jari kelingking tangan sebelah kiri. Maka dari itu, kuat dugaan bahwa jenis kelaminnya merupakan perempuan,” pungkasnya. (jar/c1/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila