Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Dikenal Sebagai Crazy Rich Blitar, Ternyata Masa Muda Kaji Beky Diberi Tanggungjawab Ini Oleh Sang Ayah

Jihan Wahida Rahma Salsabila • Selasa, 8 Oktober 2024 | 01:00 WIB
Kaji Beky menceritakan berbagai perjuangan yang dialami sepanjang karirnya sebagai pengusaha
Kaji Beky menceritakan berbagai perjuangan yang dialami sepanjang karirnya sebagai pengusaha

BLITAR - Nama Kaji Beky dikenal luas oleh masyarakat Blitar. Kemunculannya sebagai orang yang mendapat title ‘crazy rich’ asal Blitar cukup menghebohkan publik.

Kaji Beky atau yang bernama lengkap Beky Herdiansah ini merupakan seorang pengusaha yang menjalankan bisnis peternakan. Bisnis yang dijalankannya sukses besar dan menghasilkan kekayaan yang melimpah.

Namun, siapa sangka sosok yang dikenal dengan crazy rich atau sultan Blitar itu mulanya berasal dari golongan menengah. Keluarga Kaji Beky juga bukan orang yang berada.

Kesuksesan yang diraih Kaji Beky ini tak didapatkanya secara instan atau dari lahir. Dirinya harus melalui berbagai rintangan untuk bisa berada di posisinya yang sekarang.

Dilansir dari video YouTube Radar Blitar TV, tim Radar Blitar berkesempatan mewawancarai sosok crazy rich Blitar ini. Kaji Beky membagikan beberapa kisah tentang dirinya dalam wawancara bersama tim.

Sosok yang dikenal dengan rambut nyentriknya itu menerangkan bahwa dirinya bukan dari keluarga yang berada dan merintis bisnis yang dijalankannya ini dari bawah.

“Saya merangkak dari nol untuk bisa berada di posisi sekarang ini,” kata Kaji Beky.

Kaji Beky mengungkapkan, dia dulunya anak yang nakal saat waktu sekolah dulu. Dia disekolahkan di Magetan karena kenakalannya itu. Adapun sang ayah tinggal di Magetan yang membuat dirinya tidak nakal lagi

“Waktu SMP-SMA dulu, saya itu anaknya nakal, paling bandel di keluarga. Nakalnya ya bocah sekolah gitu, bolos sekolah terus balapan liar, keluyuran main. Saya sekolahnya di Magetan semua karena nakal tadi. Disana kan ada bapak, nah saya paling takut sama beliau,” ungkapnya.

Di masa mudanya, Beky sudah diberikan tanggung jawab oleh ayahnya. Beky menyampaikan, dia mengantarkan sang ibu ke pasar tiap pagi hari dalam setiap harinya.

Bak kenakalan anak laki-laki pada umumnya, Kaji Beky kerap keluyuran mulai malam hari sampai pagi hari. Namun, itu tak menjadikan alasan untuk tidak membantu ibunya.

“Sejak SMP itu saya udah dikasih tanggung jawab sama almarhum bapak saya. Nganter ibu ke pasar jam setengah 4 pagi setiap hari. Saya main sampai jam 2-3 pagi nah jam setengah 4 itu harus sudah di rumah buat nganter ibu ke pasar,” ujar Beky.

Setelah lulus SMA, Beky kemudian melanjutkan kuliah di Madiun. Ketika menjalani perkuliahan semester 4, dirinya dibelikan mobil untuk memudahkan kebutuhan transportasinya.

Namun pada suatu waktu kemalangan menimpa dirinya. Beky mengalami kecelakaan dengan mobil yang baru diangsur empat bulan itu. 

Merasa geram karena kenakalannya tidak berhenti, sang ayah memarahi besar-besaran. Kemudian Beky diminta untuk membantu sang ayah di toko pakan ternak di Magetan.

“Waktu semester 4 itu saya udah dibeliin mobil. Baru empat bulan nyicil, saya pakai mobilnya kecelakaan. Saya dimarahi besar-besaran sampai nggak boleh kuliah lagi. Akhirnya disuruh bantu bapak di toko pakan ternak,” kata Beky. (anindya)

 

 

 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#beky herdiansah #Kabupaten Blitar #blitar #kaji beky #crazy rich #sultan