Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Mengenal Candi Gambar Wetan di Nglegok Blitar, Miliki Tiga Tingkat Pelataran dan Puncak Tertinggi untuk Orang Suci 

Didin Cahya Firmansyah • Jumat, 11 Oktober 2024 | 20:00 WIB

 

BERSEJARAH: Candi Gambar Wetan yang kondisinya masih terpelihara dan mengalami pemugaran.
BERSEJARAH: Candi Gambar Wetan yang kondisinya masih terpelihara dan mengalami pemugaran.

BLITAR - Situs candi memiliki catatan sejarah panjang. Termasuk Candi Gambar Wetan yang berkarakter tempat dengan halaman tersusun bertingkat. Tempat tersebut merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit.

Blitar memiliki sejumlah candi peninggalan kerajaan terdahulu yang masih terpelihara dengan baik hingga kini. Salah satunya Candi Gambar Wetan di Dusun Gambaranyar, Desa Sumberasri, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar.

Konon, Candi Gambar Wetan dulunya merupakan sebuah tempat bagi raja Majapahit untuk ritual pemujaan Dewa Gunung Kidul. “Candi Gambar Wetan ini merupakan situs peninggalan Kerajaan Majapahit, saat itu diketahui pada masa Raja Hayam Wuruk dan Ratu Suhita. Itu berdasarkan catatan Arca Dwarapala,” terang juru pelihara candi, Setyo Wahyudi.

Arca Dwarapala memiliki catatan angka tahun yang berbeda. Dawarapala sisi kanan trap anak tangga menunjukkan tahun 1360 Saka atau pada masa Ratu Suhita, sedangkan Dwarapala sebelah kiri menunjukkan tahun 1299 Saka atau pada masa Raja Hayam Wuruk.

Terdapat literatur lain tentang candi ini yang berasal dari catatan seorang Brahmana Sunda. Yakni, Bujangga Manik dalam perjalanannya ke Jawa Timur pada abad ke-15 sampai 16.

Dalam catatan kita itu, Bujangga Manik sempat mengunjungi kawasan gunung Gunung Kelud untuk mengunjungi Candi Rabut Pasajen. Diketahui bahwa itu merupakan Candi Gambar Wetan.

“Itu didasarkan pada tinggalan arkeologisnya, bahwa Candi Rabut Pasajen adalah Gambar Wetan, karena lokasinya mirip seperti lokasi ini. Berada di lereng Gunung Kelu, bentuknya batu bertingkat, dan dihiasi relif, serta di atas Candi Penataran,” ujarnya.

Candi Gambar Wetan berbentuk seperti halaman yang terdiri dari tiga tingkat atau pelataran. Halaman satu yang memiliki ukuran yang tidak terlalu lebar terhubung dengan halaman kedua yang dijaga oleh sepasang Dwarapala bertubuh kecil.

Halaman dua lebih lebar dan memiliki sisa bangunan yang diperkirakan adalah Batur (pendapa panjang untuk istirahat), sedangkan halaman tiga merupakan halaman tertinggi yang terdapat candi yang dipercaya sebagai candi utama.

Ditambah dengan semakin tinggi halaman tersebut, maka tempat itu merupakan tempat suci seperti kepercayaan orang zaman dulu. “Jadi, semakin tinggi tingkat, semakin suci tempatnya. Yang boleh masuk cuma orang tertentu seperti pendeta dan lainnya,” tandasnya.

Baca Juga: Bereskan Sewa Tanah, Ekskavasi Candi Gedog Ditunda, Disbudpar Kota Blitar: Belum Ada Kesepakatan dengan Warga

Dengan susunan Candi Gambar Wetan yang pola halamannya tersusun bertingkat, tempat ini memiliki kesamaan pola yang serupa dengan Candi Penataran.

Candi yang terletak di lereng Gunung Kelud di Kecamatan Nglegok ini memiliki luas 660 meter persegi. “Masih sering dikunjungi wisatawan. Dengan jam operasional dari pukul 08.00-16.00,  tanpa ada tarif masuk atau gratis,” ungkapnya.

Dia mengaku pihak pemerintah kabupaten (pemkab) belum banyak mengambil tindakan untuk turut melestarikan situs bersejarah ini. pemkab hanya melakukan penetapan skala pada tahun 2020 saja.

“Berharap kepada pemkab untuk segera melakukan berbagai tindakan, pasalnya akses menuju ke candi ini masih sulit untuk dilewati,” pungkasnya. (*/c1/din)

 

 

 

 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#Candi Gambar Wetan #Kecamatan Nglegok #situs candi