BLITAR — Agrowisata Belimbing Karangsari di Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, menawarkan pengalaman menarik bagi pengunjung yang ingin merasakan langsung sensasi memetik belimbing dari kebunnya.
Lahan seluas 5 hektare milik Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar ini dikelola oleh Kelompok Masyarakat (POKMAS) Kelurahan Karangsari, yang berkomitmen untuk mempromosikan pertanian berkelanjutan sekaligus menarik minat wisatawan.
Agrowisata Belimbing Karangsari Kota Blitar buka setiap hari, mulai dari pukul 09.00 sampai 16.00. Menurut salah satu pengelola, kebanyakan pengunjung datang dari sekolah untuk wisata edukasi. Walaupun buka setiap hari, tempat wisata ini biasanya ramai pengunjung pada akhir pekan.
“Kalau di sini pengunjung dikenai tiket masuk sebesar Rp 10.000 dan pengunjung bisa memetik belimbing sendiri, biasanya petani juga menjual sebagian hasil panen ke pengepul atau langsung ke pasar. Tapi kalau hanya berbuah sedikit ya diutamakan untuk wisata petik ini,” kata salah satu anggota POKMAS, Bintoro.
Lahan ini disewakan kepada petani untuk dikelola. Dengan sistem sewa kontrak per tahun, petani bisa menyewa lahan dengan jumlah pohon sesuai dengan kemampuan masing-masing petani sesuai dengan kebijakan pengelola.
“Rata rata kami panen 3 kali dalam setahun, mungkin terbanyak bisa sampai 4 kali tergantung perawatan sama umur pohonnya juga. Sekali panen terbanyak bisa sampai 30 kilogram (kg) satu pohonnya, kalau perawatannya kurang ya paling cuman 5 kg sampai 2 kg pun ada,” katanya.
Bintoro mengungkapkan bahwa persediaan belimbing untuk wisata petik selalu ada karena petani tidak memanen semuanya sekaligus. Jadi, belimbing segar selalu siap untuk dipetik.
Namun, kemarau ini harga belimbing anjlok hingga Rp 4.500 per kg. “Padahal kalau kemarau itu perawatannya lebih susah. Belimbing itu njlimet mbak. Tapi walaupun turun ya petani masih menjual sebagian hasil panen ke pengepul atau langsung ke pasar,” pungkasnya. (dib/ira/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila