Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Begini Curahan Hati Penjual Oleh-Oleh di Makam Bung Karno Blitar, Tetap Bertahan Bersaing dengan Toko Online

Didin Cahya Firmansyah • Sabtu, 12 Oktober 2024 | 18:00 WIB
PRODUK LOKAL: Seorang karyawan yang sedang menata barang dagangan di kios oleh-oleh Makam Bung Karno.
PRODUK LOKAL: Seorang karyawan yang sedang menata barang dagangan di kios oleh-oleh Makam Bung Karno.

BLITAR - Kawasan wisata Makam Bung Karno di Blitar tidak hanya menjadi tempat wisata religi, tetapi juga menjadi pusat kegiatan ekonomi bagi banyak pelaku UMKM.

Di sepanjang area makam, puluhan pedagang berjualan, menawarkan berbagai macam makanan khas Kota Blitar, barang unik, termasuk kerajinan tangan, kaus gambar Bung Karno, baju batik dan berbagai mainan tradisional anak-anak.

Pemilik salah satu toko oleh-oleh “Jaya Makmur”  Sih Fatimah di kawasan wisata Makam Bung Karno, Blitar, mengaku sejak tahun 1982 yang menawarkan berbagai produk lokal seperti kerajinan tangan, kaus bergambar Bung Karno, baju batik, hingga mainan tradisional anak-anak.

Sebagian besar barang dagangannya diperoleh dari pengrajin lokal di wilayah sekitar Blitar, yang membuat produknya memiliki nilai khas daerah.

Meski kunjungan wisata mulai pulih setelah pandemi, penjualan di toko Sih Fatimah tidak mengalami peningkatan yang signifikan.

Menurutnya, banyak wisatawan yang datang hanya untuk menikmati suasana dan berfoto tanpa membeli oleh-oleh.

"Kunjungan wisata sudah kembali normal, tapi banyak yang sekadar berjalan-jalan. Mereka lebih memilih berbelanja online karena harganya lebih murah dibandingkan barang di toko" keluhnya.

Dia menambahkan, persaingan dengan toko-toko online yang menawarkan produk serupa dengan harga lebih terjangkau menjadi salah satu tantangan besar bagi bisnisnya saat ini.

Meski demikian, Sih Fatimah tetap setia menjalankan usahanya yang telah berjalan selama lebih dari 40 tahun. Toko oleh-oleh miliknya buka setiap hari dari pukul 07.00 hingga 18.00.

Baginya, meski penjualan menurun, selama usaha tersebut masih bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari, ia akan terus bertahan. "Terpenting cukup buat makan dan bertahan hidup," ujarnya dengan penuh keteguhan.

Dia berharap dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya mendukung produk lokal, para pengunjung akan lebih tertarik untuk membeli barang dari pengrajin di Blitar. (aul/arm/din)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#UMKM #makam bung karno #wisata #Kota Blitar #kerajinan tangan