Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

12 Palang Pintu KA di Kabupaten Blitar Selesai Dibangun, Bakal Difungsikan Bulan Depan

Fajar Rahmad Ali Wardana • Selasa, 15 Oktober 2024 | 20:30 WIB
HATI-HATI: Relawan penjaga perlintasan KA mengawasi KA Matarmaja lewat di Desa Pasirharjo, Kecamatan Talun, kemarin (13/10)
HATI-HATI: Relawan penjaga perlintasan KA mengawasi KA Matarmaja lewat di Desa Pasirharjo, Kecamatan Talun, kemarin (13/10)

BLITAR - Ada 12 perlintasan kereta api (KA) di Kabupaten Blitar yang kini memiliki palang pintu baru sejak awal Oktober ini.

Sayangnya, alat tersebut belum bisa dioperasikan karena petugas masih menjalani diklat. Rencananya, semua perlintasan akan dioperasikan serentak bulan depan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Blitar Agus Santosa mengatakan, meskipun peralatan palang pintu kereta sudah dipasang di semua perlintasan yang dibangun oleh Pemkab Blitar, tetapi asih ada perangkat yang belum dilengkapi.

Yakni, antena radio yang digunakan untuk berkomunikasi antarpos jalur perlintasan langsung (JPL).

“Untuk petugas jaga, saat ini sedang mengikuti diklat kedisiplinan di Yonif 511 Blitar. Mereka sebelumnya sudah dilakukan pelatihan di Daop 7 Madiun selama beberapa hari untuk memahami fungsi mesin operator dan keselamatan. Tentu mereka dapat sertifikat profesi,” ujar Agus, yang ditemui beberapa waktu lalu.

Dia melanjutkan, petugas jaga JPL ini diambil secara prioritas untuk masyarakat desa setempat.

Dishub mencatat ada 48 petugas penjaga palang pintu yang baru saja menjalani diklat kedisiplinan di Yonif 511 sejak Jumat (11/10). Mereka dilatih untuk siap mental karena yang dijaga keselamatan masyarakat.

Puluhan petugas jaga itu langsung digaji Dishub Kabupaten Blitar sesuai upah minimum kabupaten (UMK).

Satu pos JPL diisi empat petugas dengan tiga kali pergantian jam kerja. Selain itu, mereka juga berhak untuk libur sekali dalam tiga hari sehingga jam kerjanya tidak ketat.

“Kami sengaja untuk mengoperasikan palang pintu KA yang baru ini serentak bulan depan atau November. Agar persiapannya lebih matang untuk petugas dan alat-alat atau kelengkapannya,” ungkapnya.

Pembangunan 10 titik palang pintu KA itu berada di sejumlah lokasi. Seperti di Talun, Wlingi, Garum, dan Sanankulon. Anggaran untuk pembangunan palang pintu KA di 10 titik ini totalnya mencapai Rp 3 miliar (M) dan bersumber dari APBD Kabupaten Blitar tahun 2024.

Artinya, masing-masing titik anggaran yang digelontorkan mencapai Rp 300 juta. Tidak hanya itu, ada dua palang pintu KA yang bersumber dari anggaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim).

Menurut Agus, dengan pembangunan 10 titik palang pintu perlintasan KA tahun ini, berarti masih ada 34 titik perlintasan KA di Kabupaten Blitar yang belum berpalang pintu. Ke depan, titik perlintasan sebidang yang belum berpalang pintu akan dibangun secara bertahap.

“Kami pastikan semua perlintasan sebidang yang direkomendasi Pemprov Jatim dapat dibangun palang pintu,” pungkasnya. (jar/c1/din)

 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#Kabupaten Blitar #kereta api (KA) #palang pintu #Dishub