BLITAR - Kota tempat peristirahatan terakhir Presiden Pertama RI sehingga diberi julukan bumi Bung Karno atau Blitar, ternyata menyimpan banyak cerita menarik hingga mistis. Wilayah yang juga berjuluk Kota Proklamator ini memiliki cukup banyak wisata bersejarah.
Tak hanya tempat wisata yang menarik, ternyata Blitar menyimpan tempat angker dan cerita mistis di dalamnya. Berikut 7 tempat wisata angker di Blitar.
- Makam Bung Karno (Presiden RI Pertama)
Makam Bung Karno salah satu wisata yang wajib dikunjungi leh wisatawan luar Kota Blitar. Ternyata Makam Bung Karno selalu dikaitkan dengan Gunung Kelud. Konon, sang proklamator selalu kembali ke makamnya saat Gunung Kelud meletus.
- Candi Penataran
Salah satu candi yang terletak di Blitar, tepatnya di Kecamatan Nglegok memiliki sumber air yang konon tak akan pernah mengering. Sumber Candi Penataran dulu sempat dipercaya digunakan untuk acara pemujaan dewa. Beberapa orang hingga sekarang juga masih ada yang melakukan hal itu untuk meminta keinginnya dikabulkan.
- Pantai Jolosutro
Dipercaya sebagai lokasi berkumpulnya Nyi Roro Kidul, Prabu Siliwangi, dan Nyi Blorong. Tempat ini juga diyakini menjadi lokasi ritual untuk mencari pesugihan dengan melarungkan kepala sapi.
- Pantai Tambakrejo
Pernah terjadi hal seram di tempat ini. Saat Gunung Kelud meletus, pasir pantai ini sempat hilang dan dipercaya keduanya saling terhubung.
- Taman Kebon Rojo
Taman di tengah Kota Blitar ini juga dianggap salah satu tempat angker di wilayah Blitar. Ditempat ini terdapat patung di dekat kandang rusa yang sering diberikan sesajen secara misterius.
- Telaga Rambut Monte
Tempat ini diyakini oleh warga setemat sebagai jelmaan dewa. Konon diyakini siapa jasa yang berani mengambil ikan di telaga ini hal buruk akan terjadi menimpanya
- Pantai Gondo Mayit
Gondo Mayit mempunya arti yang menyeramkan, yakni pantai bau mayat. Konon, ditempat ini dulu sering digunakan untuk pembuangan mayat.
Ituluah beberapa tempat wisata di Blitar yang diyakini memiliki kekuatan mistis, bagaima kamu masih berani kesana?(aul)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila