BLITAR - Insiden lakalantas kerap terjadi di kawasan jembatan Tuwuhrejo yang terletak di Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar. Hal ini memunculkan spekulasi faktor mistis yang menjadi penyebab kemalangan tersebut.
Kendaraan bermuat berat seperti truk sering mengalami laka di jembatan Tuwuhrejo tersebut. Tikungan sempit yang cukup tajam kadang membuat truk tidak kuat menanjak dan berakhir mundur menabrak pagar jembatan dan jatuh ke jurang.
Sebagian warga menyebutkan insiden laka terjadi karena ada kaitannya dengan hal mistis seperti lokasi jembatannya yang dibilang angker karena banyak hutan yang mengelilingi dan menemui banyak penampakan disana.
Penampakan yang dilihat warga saat melewati jembatan Tuwuhrejo ini cukup beragam mulai sosok kepala tanpa badan hingga sosok wanita seram. Tentu ini kejadian yang sangat menyeramkan.
Beberapa warga yang pernah mengalami laka di jembatan Tuwuhrejo ini bercerita tentang hal ganjil yang dilihatnya. Warga tersebut melihat ada dua jembatan yakni jembatan asli dan jembatan palsu atau tak kasat mata yang membuat kejadian laka.
Pengendara yang terbawa ke jalur jembatan palsu ini banyak yang mengalami insiden laka bahkan ada yang meninggal. Salah satu warga yang selamat menceritakan kejadian lakanya akibat jembatan palsu ini.
Karena sebelumnya dia tidak mengetahui perkara ganjil tersebut, warga tersebut melajukan kendaraannya ke jembatan tak kasat dan membuat dirinya terjatuh di sungai.
Dari kejadian ganjil tersebut, sangat penting bagi pengendara memastikan jalur jembatan yang sedang dilewatinya meskipun tidak mempercayai faktor mistis. Tapi hal ini dapat menjadi antisipasi agar tidak terjerumus ke jembatan tak kasat mata itu.
Adapun masyarakat perlu membunyikan klakson kendaraan terutama di malam hari ketika melewati jembatan Tuwuhrejo. Hal ini untuk mengantisipasi kemalangan yang mungkin dapat terjadi karena menabrak makhluk halus yang ada di sekitar jembatan.
Terlepas dari faktor mistis itu, masyarakat harus tetap berhati-hati saat berkendara di jembatan Tuwuhrejo yang memiliki belokan yang cukup tajam itu supaya insiden lakalantas tidak terulang kembali. (anindya)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila