Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Elektabilitas Rijanto-Beky Unggul Jauh Dibandingkan Petahana di Pilkada Kabupaten Blitar, Ada Sosok Tokoh Penting Rela Turun Tangan

Agus Muhaimin • Sabtu, 19 Oktober 2024 | 04:06 WIB

 

FULL SENYUM: Pasangan Rijanto-Beky memiliki elektabilitas tinggi di Pilkada Kabupaten Blitar versi survei LSI Denny JA.
FULL SENYUM: Pasangan Rijanto-Beky memiliki elektabilitas tinggi di Pilkada Kabupaten Blitar versi survei LSI Denny JA.

BLITAR-Elektabilitas alias tingkat keterpilihan pasangan calon (paslon) Rijanto-Beky Herdihansah (Rizky) di Pilkada Kabupaten Blitar 2024 unggul dari paslon Rini Syarifah-Abdul Ghoni (Rindu). Itu jika melihat hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang dilakukan selama 7-12 Oktober 2024.

 

Menggunakan metodologi multi stage random sampling melalui wawancara tatap muka kepada 440 responden, margin of error hasil survei ini diklaim kurang lebih 4,8 persen.

 

Dari hasil survei tersebut, elektabilitas paslon Rizky di angka 55 persen dan paslon Rindu di angka 27 persen. Sedang sekitar 17,5 persen responden belum memutuskan atau memilih merahasiakan pilihannya dan 0,5 persen lainnya dinilai tidak sah dalam mengisi pilihan.

 

 

Koordinator LSI Denny JA Jatim Imam Fauzi mengatakan, ada selisih 28 persen antara paslon Rizki dan Rindu. Itu berarti posisi petahana masih jauh dari aman mengingat pemungutan suara tinggal beberapa pekan lagi.

 

“Sementara dari kubu lawan, kuatnya elektabilitas Rizky ini tidak terlepas dari tingkat kesukaan pasangan yang tinggi di angka 78,9 persen dibanding pasangan incumbent di angka 67,7 persen,” katanya.

 

Photo
Photo

Dia mengungkapkan, dilihat dari kesukaan secara personal masing-masing calon, Rijanto memiliki angka tertinggi yakni 84,8 persen. Disusul dengan Beky Herdihansah sebesar 81,4 persen, Rini Syarifah 70,5 persen dan Abdul Ghoni sebesar 63,4 persen.

Padahal secara popularitas (pengenalan) Rini Syarifah sudah di angka 92,5 persen, jauh lebih unggul dibanding yang lainnya, Rijanto 80,7 persen, Beky Herdihansah, 78,4, dan Abdul Ghoni 33,0 persen.

 

Menurut dia, tingginya elektabilitas paslon Rizky dipicu dukungan Gus Iqdam. Sebab, Gus Iqdam memiliki popularitas yang jauh lebih unggul dibanding para kontestan Pilkada 2024 Kabupaten blitar. Yakni di angka 95,9 persen.

 

Tidak hanya itu, pengaruh Gus Iqdam terhadap pilihan masyarakat juga cukup tinggi di angka 43,4 persen. Artinya, ketika Gus Iqdam memperlihatkan dengan jelas arah dukungannya, maka hal itu berpotensi untuk mempengaruhi pilihan sekitar 43,4 persen pemilih.

 

“Kuatnya arus perubahan yang tercemin dari 40,7 persen masyarakat Kabupten Blitar yang tidak menginginkan kembali incumbent memimpin Blitar adalah salah satu penompang kuatnya arus dukungan terhadap pasangan Rijanto-Beky. Dimana pasangan ini dianggap lebih akan mampu memimpin Blitar dalam 5 tahun ke depan," ujarnya.

 

Rendahnya elektabilitas Rini Syarifah sebagai incumbent didasari oleh tingkat kepuasaan terhadap kinerja Rini Syarifah sebagai bupati 57,7 persen dan tingkat keberhasilan kinerja di angka 57,1 persen.

 

 

"Angka kepuasan dan keberhasilan petahana setidaknya di angka 75-80 persen untuk bisa kembali terpilih di gelaran pilkada. Angka kepuasan dan keberhasilan yang rendah ini menjadi penyebab tingkat menginginkan kembali incumbent menjadi rendah, hanya di angka 35,7 persen dibanding yang tidak menginginkan di angka 40,7 persen,” jelasnya.

 

Ada yang juga cukup menarik dari temuan survei ini. Yakni, pilihan partai politik tidak serta merta selaras dengan pilihan paslon pilkada. Artinya, masyarakat lebih melihat sosok personal atau ketokohan ketimbang partai pengusung paslon tersebut.

 

"Mayoritas masyarakat (83,2 persen, Red) memilih calon bupati dan wakil bupati terlepas diusung atau tidak dari partai yang disukai. Atau bisa jadi ini merupakan indikasi bahwa konsolidasi partai ke akar rumput belum maksimal," jelas Fadli, peneliti LSI Denny JA.

 

Selain itu hal yang sangat menarik dari temuan survei LSI ini adalah dukungan konstituen partai politik yang justru secara mayoritas lebih mendukung pasangan Rijanto-Beky. Itu menandakan bahwa dominasi partai pangusung di pasangan Rini-Abdul Ghoni hanyalah dukungan formalitas di atas kertas alias sampai pada akar rumput.

 

"Ini berbanding terbalik dengan liniernya dukungan partai pengusung Rijanto-Beky yang selaras dengan arus bawah pemilihannya. Yakni PAN di 75 persen, Nasdem di 76 persen dan PDIP di 56 persen. Tentu ini adalah bukti bahwa figur Rijanto-Beky dipilih selain karena ketokohannya juga karena berjalannya skema dukungan dari partai politik pengusungnnya,” terang Fadli. (hai/din)

 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#beky herdihansah #pilkada #blitar