BLITAR - HARAPAN besar masyarakat terlihat pada presiden dan wakil presiden baru. Mengingat, isu global dan deflasi masih menghantui.
Salah satu pedagang di Pasar Nglegok, Candra Septian, mengatakan sangat antusias dengan pelantikan presiden terpilih.
Dia berharap pengalaman Prabowo yang sudah lama berkecimpung di dunia militer dan kancah internasional bisa meneguhkan pendirian. Sehingga tidak selalu dituntun oleh negara-negara adidaya.
“Pengalaman Pak Prabowo itu sudah banyak. Bahkan sempat tampil dalam sudah PBB dan menegaskan posisi Indonesia terhadap perang yang terjadi. Kendati ada perlawanan, di sana Prabowo tidak gentar. Saya harap keteguhan ini akan terus ada dan bisa mewakili Indonesia di kancah internasional,” terangnya.
Dia berharap besar dengan gebrakan baru yang akan dilakukan Prabowo dan menterinya ke depan.
Kekhawatiran masih melekat, Candra berharap kepemimpinan presiden ke depannya bisa lebih baik dari presiden yang sekarang.
“Jangan sampai mengecewakan masyarakat, khususnya dalam menuntaskan isu lokal seperti deflasi yang masih terjadi akhir-akhir ini,” katanya.
Berbeda dengan Candra, warga Desa Kedawung, Kecamatan Nglegok yang bernama Edy Nugroho, mengungkapkan bahwa sangat antusias dengan pergantian
presiden ini. Dia berharap seusai pelantikan ini nanti estafet yang sebelumnya dipegang Jokowi bisa dilanjutkan oleh presiden terbaru.
Hal serupa juga diungkapkan oleh Creative Media Department (Rumah Disabilitas) asal Kelurahan Beru, Kecamatan Wlingi, Erudite Pheronatoria.
Perempuan berusia 24 tahun ini berharap dengan kepemimpinan presiden baru ini dapat memberikan wadah yang mumpuni secara internasional.
Khususnya bagi generasi muda demi kemajuan bangsa dan negara serta menjadikan Indonesia Emas 2045 dan dikagumi seluruh dunia.
“Masih banyaknya pemuda yang pengangguran menandakan bahwa belum tersedianya wadah yang tepat. Saya harap dengan adanya pelantikan ini bisa memberikan solusi dan mampu membawa Indonesia Emas 2045,” terangnya.
Selain itu, Ria juga menginginkan adanya kemudahan dan kelancaran pada berbagai kepentingan yang melibatkan hukum dan pemerintah.
Soalnya, selama ini birokrasi yang ada masih dirasa ribet, dan menyebabkan kesenjangan antara pemerintah dan masyarakat. (mg2/c1/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila