BLITAR - Gus Iqdam menyampaikan pesan mengenai hari santri dalam pengajian rutin majelis Sabilu Taubah di markas mereka yang berlokasi di Desa Karanggayam, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar pada Senin (21/10/2024) malam lalu.
Muhammad Iqdam Kholid atau yang akrab disapa Gus Iqdam ini mengungkapkan rasa syukurnya terhadap peringatan Hari Santri Nasional 2024 dalam pengajian rutin majelis asuhannya itu.
“Alhamdulillah kita berada di malam 22 Oktober, dimana tanggal itu adalah Hari Santri Nasional,” ungkap Gus Iqdam.
Memasuki peringatan hari santri itu, Gus Iqdam menjelaskan tentang makna santri. Dia menyebutkan bahwa santri bukan hanya orang yang belajar di pondok pesantren saja, namun santri termasuk orang yang meneladani syariat Allah SWT melalui perantara ulama.
“Santri tak hanya anak-anak pondok yang ada di pesantren. Tapi siapapun yang mengikuti dawuh-dawuh ulama yang mempelajari syariat Allah SWT, dia termasuk santri,” ujar pria usia 31 tahun itu.
Gus Iqdam menambahkan, perumpamaan sederhana mengenai orang-orang yang termasuk sebagai santri itu berawal dari diri sendiri yang belajar ilmu agama Islam melalui ulama kemudian menerapkan ilmu tersebut ke dalam kehidupan sehari-hari.
“Pejabat ngaji ke ulama, pengusaha rokok ngaji kepada ulama, ilmu yang didapatkan dari ulama itu dipakai artinya dia santri. Termasuk kalian mendengarkan dawuh-dawuh ulama tentang ilmunya Gusti Allah. Entah banyak atau sedikit ilmu itu diterapkan, kalian tetap seorang santri,” ucapnya.
Gus yang terkenal dengan jargon “Dekengan Pusat” ini juga memaparkan manfaat yang diperoleh ketika menjadi seorang santri yakni menjadi alim atau orang yang berilmu.
“Jika seseorang sudah jadi santri, sedikit banyaknya ilmu yang didapat pasti akan terus bertambah. Sedikit demi sedikit ilmu itu dipelajari, dipahami, lalu diterapkan. Dari situ santri jadi tambah alim (berilmu),” pungkas Gus Iqdam.
Sebagai informasi, Gus Iqdam akan mengisi pengajian dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional di Kabupaten Tulungagung pada hari ini, Selasa (21/10/2024) pukul 19.00 WIB. (anindya)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila