BLITAR - Lima bulan terakhir, jumlah kunjungan turis asing ke Kabupaten Blitar mengalami kenaikan. Pada Agustus lalu sempat memecahkan rekor jika dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.
“Selain di Agustus kemarin, biasanya kenaikan pengunjung turis ini juga terjadi di akhir tahun,” kata koordinator sekaligus penjaga Candi Penataran, Agus Setiono, Jumat (18/10).
Para turis berasal dari berbagai negara. Yakni, Belanda, Amerika, India, Australia, atau Jepang yang hadir secara bergerombol.
“Agustus, jumlah turis asing hingga 101 orang, padahal Juli 87 orang. Di bulan lainnya, angka pengunjung turis sekitar 50 ke bawah,” terangnya.
Agus mengaku naiknya jumlah pengunjung turis ini merupakan agenda rutinan. Biasanya, kehadiran mereka berkunjung ke tempat bersejarah untuk berlibur sekaligus memahami relief-relief yang terpampang jelas di tembok candi.
“Mereka (turis asing, Red) membawa guide sendiri. Tapi di sini kita juga memiliki guide,” jelasnya.
Hal itu berbeda dengan masyarakat lokal yang masih minim memahami dan berwisata di candi terbesar se-Jawa Timur ini. Bahkan, angka kunjungan berkurang jika dibandingkan sebelum pandemi.
“Masih didominasi kalangan pelajar dan mahasiswa. Untuk masyarakat biasa malah sedikit. Saya kira nanti saat tahun baru ada kenaikan,” ujarya.
Dulu di hari biasa, kata dia, pengunjung wisata Candi Penataran sampai 600 orang. Kini per hari sekitar 26 orang atau 150 orang yang didominasi pelajar dan mahasiswa. (mg2/c1/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila