Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Koi Show Blitar Ke-23: Dari Silaturahmi Pecinta Koi Hingga Penggerak Ekonomi Kabupaten

Agus Muhaimin • Senin, 28 Oktober 2024 | 17:07 WIB
Koi Show Ke-23 tahun 2024 bukan sekadar ajang silaturahmi pencinta koi di tanah air. Sebaliknya, event nasional ini menjadi sarana pendukung untuk peningkatan ekonomi yang nyata kepada pelaku usaha ik
Koi Show Ke-23 tahun 2024 bukan sekadar ajang silaturahmi pencinta koi di tanah air. Sebaliknya, event nasional ini menjadi sarana pendukung untuk peningkatan ekonomi yang nyata kepada pelaku usaha ik

 

BLITAR - Koi Show Ke-23 tahun 2024 bukan sekadar ajang silaturahmi pencinta koi di tanah air. Sebaliknya, event nasional ini menjadi sarana pendukung untuk peningkatan ekonomi yang nyata kepada pelaku usaha ikan hias koi di Bumi Penataran.

 

Selama beberapa hari terakhir, ratusan pembudi daya dan pencinta koi dari pelosok negeri berdatangan ke Kabupaten Blitar. Mereka membawa koi andalan masing-masing untuk dipamerkan sekaligus memperebutkan gelar juara pada beberapa kategori. Mulai super mini champion dengan panjang maksimal 12 sentimeter (cm), hingga grand champion dengan ukuran 66-75 cm.


Pjs Bupati Blitar, Jumadi mengatakan, menang dan kalah bukan tujuan utama dalam Koi Show. Menurutnya, paling penting kegiatan ini dapat menjadi wadah silaturahmi dan memperluas jaringan pemasaran.

 

Photo
Photo


“Kegiatan ini juga menajadi sarana sharing knowledge sehingga ke depan koi-koi para pembudi daya bisa lebih berkulitas lagi,” katanya.


Jumadi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada panitia serta para pembudi daya koi dari penjuru tanah air yang sudah datang dan menyukseskan kegiatan tersebut. Sebab, kegiatan ini secara tidak langsung menjadi support bagi pelaku usaha ikan hias koi sekaligus membangkitkan ekonomi masyarakat di Kabupaten Blitar.


Dia menyebut bahwa Bumi Penataran menjadi salah satu sentral penghasil koi. Para pembudi daya koi di Kabupaten Blitar juga merasakan manisnya usaha pada masa pandemi Covid-19.

 


Harga koi yang menjanjikan pada masa itu juga diikuti dengan munculnya pembudi daya baru atau pembukaan lahan budi daya baru. Karena itu, produksi ikan koi cukup melimpah dan memicu penurunan harga.


Jumadi berharap kegiatan ini menjadi ajang menjalin silaturahrami antarjejaring kerja pelaku usaha sekaligus meningkatkan perekonomian pembudi daya dan pedagang koi di Kabupaten Blitar. Dengan begitu, bisa mendongkrak kembali harga koi.


“Pasar koi dari Kabupaten Blitar bukan hanya level lokal, nasional, melainkan sudah ekspor ke beberapa negara. Seperti Singapura, Malaysia, Jerman, Belanda, Italia, dan Amerika Serikat,” jelasnya.


Dia juga berpesan agar dinas terkait melakukan pembinaan dan pendampingan kepada pelaku usaha perikanan. Selain itu, dia berharap bimbingan dan pembinaan dari pemerintah provinsi dan pusat sebagai upaya optimalisasi pengelolaan sumber daya perikanan tersebut.


“Kami juga mempersilakan kepada para peserta Koi Show Ke-23 untuk mengunjungi destinasi wisata yang ada di Kabupaten Blitar. Misalnya, menikmati pemandangan Pantai Serang, Tambakrejo, atau mencicipi kuliner Kabupaten Blitar dan pulang membawa oleh-oleh. Ada jenang, aneka keripik, gethi, maupun suvenir batik Cakra Palah,” tandasnya. (*/c1/hai)

Editor : Anggi Septian A.P.
#pencinta koi #event nasional #Koi Show #silaturahmi #gelar juara