BLITAR - Pojok Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di lobi kantor DPRD Kabupaten Blitar hampir dipastikan tetap kosong hingga akhir tahun ini.
Dinas koperasi, usaha mikro, kecil, dan menengah (dinkop UM) belum berani melibatkan para pelaku usaha untuk memanfaatkan fasilitas tersebut lantaran menunggu hasil evaluasi galeri serupa yang ada di dinas lain.
Kepala Dinkop UM Kabupaten Blitar, Sri Wahyuni mengatakan, pojok UMKM tersebut memang dibangun untuk memfasilitasi atau mendukung para pelaku usaha kecil. Nantinya, produk-produk usaha mikro akan mengisi etalase yang ada di galeri tersebut.
“Tidak hanya produk-produk makanan dan miniman buatan pelaku usaha kecil. Tapi nanti juga ada produk craft atau kerajinan,” katanya.
Yuni tidak menampik bahwa fasilitas tersebut kini belum dimanfaatkan dan kosong. Dia mengaku belum berani berkoordinasi dengan para pelaku usaha untuk mengisi sarana displai produk tersebut.
Alasannya, menunggu hasil evaluasi fasilitas sejenis yang kini ada di dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu (DPMPTSP).
“Saat ini sudah ada galeri produk UMKM di DPMPTSP dan sekilas kondisinya belum maksimal. Maka, kami akan evaluasi dulu kira-kira kekurangannya apa saja agar fasilitas tersebut bisa membawa manfaat optimal untuk pelaku usaha,” terangnya.
Rencananya, dinkop dan UM akan membangun beberapa galeri yang sama di beberapa lokasi strategis untuk mendukung pemasaran produk usaha kecil. Namun, belum bisa dilakukan lantaran belum ada model pengelolaan galeri yang tepat.
“Kalau nanti galeri di DPMPTSP sudah berjalan dengan baik, rencananya akan kami replikasi di beberapa galeri lain,” jelasnya.
Dinkop UM tidak bisa memastikan Pojok UMKM di lobi kantor DPRD bakal dimanfaatkan dalam waktu dekat.
Namun, dia meyakini tahun ini sudah mendapatkan model pengelolaan galeri UMKM yang pas. Dengan begitu, galeri-galeri tersebut bisa dimanfaatkan tahun depan.
“Ada banyak pelaku usaha kecil di Kabupaten Blitar dan tidak mungkin etalase yang ada di galeri bisa menampung semua produk mereka. Maka, kami memberi fasilitas pemasaran melalui digital. Tampaknya model ini justru lebih mudah dan membawa manfaat optimal,” ucapnya.
Mantan kabag perekonomian ini mengungkapkan bahwa pemkab juga sudah bekerja sama dengan beberapa lembaga untuk memasarkan produk usaha kecil secara digital. (hai/c1/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila