BLITAR - Kurangnya kampanye dalam upaya mengurangi bahan kimia sintetis pada sabun, membuat bahan kimia sintetis dalam limbah sabun, banyak yang mengalir ke sungai dan mempengaruhi lingkungan.
Situasi itulah yang akhirnya memunculkan ide mewujudkan sabun natural, yang dibuat menggunakan bahan baku alami dari petani yang menggunakan pola tanam sehat dan amanah.
Sistem pertanian dengan pola tanam sehat dan amanah itu mengusahakan untuk tidak menggunakan pupuk kimia. Para petani ini tergabung dalam komunitas Jatayu, binaan Romo Kiai Tanjung dari Pomosda Nganjuk.
“Jadi semua bahan-bahannya jelas asal-usulnya, mulai dari VCO, rempah, kopi, dan lainnya. Kami saling memberdayakan mulai dari hulu hingga hilir. Packaging dan penjualannya juga melibatkan anak-anak muda dan ibu rumah tangga,” jelas Khomsatun, pemilik Sabun Natural Nimas Ayu.
Sabun natural ini merupakan upaya kecil untuk keberlangsungan kehidupan dan regeneratif sistem, sehingga menjadi sabun masa depan untuk mereka yang merindukan kelestarian alam dan luhurnya peradaban. Untuk mengenalkan sabun natural, pihaknya akan terus bergerak menembus batas.
Sebab, jika penduduk suatu kota besar dan banyak pencemaran, mau beralih pada sabun natural, maka sungai yang tercemar limbah kimia sintetis, secara perlahan kembali jernih. Faktornya, sabun natural ini mengandung pengurai yang berasal dari eco enzyme.
“Semua adalah tanggung jawab kita bersama, bukan hanya retorika, tapi harus dilakukan dengan sebuah langkah, meski kecil,” jelas perempuan yang akrab disapa Mak Kom ini.
Sebagai contoh, gambaran alam adalah gambaran manusia itu sendiri. Ia percaya bahwa satu langkah kecil, akan membawa dampak yang signifikan pada akhirnya.
Selain itu, Romo Kiai Tanjung juga sering berpesan untuk selalu memakmurkan bumi. Langkahnya, menanam dengan pola yang sehat, makan makanan sehat, dan juga memakai produk yang sehat.
Harapannya, selain kelestarian alam terjaga, manusia juga bisa sehat dan juga mempunyai pola pikir yang sehat.
Melalui sabun natural yang harganya ramah di kantong, harapannya bisa menjangkau masyarakat luas. Sehingga, masyarakat bisa sehat dan menjaga lingkungan mulai dari diri sendiri. (apr/ynu)
Editor : Anggi Septian A.P.