Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Program Andikpas Berkarya di LPKA Blitar, Hadirkan Harapan Baru untuk Anak Didik Pemasyarakatan

Yanu Aribowo • Kamis, 31 Oktober 2024 | 16:29 WIB
ILMU BERMANFAAT: Perwakilan anak binaan, orang tua, LPKA Kelas 1 Blitar, IDSurvey, dan ESQ Kemanusiaan, dalam seremoni penutupan Program Andikpas Berkarya, pada Rabu (30/10).
ILMU BERMANFAAT: Perwakilan anak binaan, orang tua, LPKA Kelas 1 Blitar, IDSurvey, dan ESQ Kemanusiaan, dalam seremoni penutupan Program Andikpas Berkarya, pada Rabu (30/10).

BLITAR - Program Anak Didik Pemasyarakatan (Andikpas) Berkarya, sukses memberikan dampak positif di lingkungan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas 1 Blitar.

Selama sebulan terakhir, tiga materi pelatihan diberikan kepada 60 anak binaan, dengan mengangkat tema Meningkatkan Motivasi, Attitude, dan Kepribadian Diri.

Harapannya, anak binaan LPKA Kelas 1 Blitar, yang berada di Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Sananwetan, bisa semakin mandiri dan memiliki bekal ketika kembali ke tengah masyarakat. Rabu (30/10) merupakan seremoni penutupan Program Andikpas Berkarya.

Selama sebulan pelaksanaan Program Andikpas Berkarya, anak binaan mendapatkan tiga jenis pelatihan, yakni pelatihan keahlian dan kemandirian otomotif, pelatihan keahlian dan kemandirian barbershop,hingga pelatihan keahlian dan kemandirian pertukangan kayu (meja dan kursi).

Masing-masing materi diikuti sebanyak 20 anak binaan. Seperti diketahui, per Rabu (30/10), jumlah anak binaan di LPKA Kelas 1 Blitar, sebanyak 144 anak, terdiri 141 anak putra dan 3 anak putri, dengan rentang usia 14-18 tahun.

Kepala LPKA Kelas 1 Blitar, Giyono, AMdIP, SH, MH, menyambut positif hadirnya Program Andikpas Berkarya. Materi dalam pelatihan ini bisa menjadi bekal, dan harapannya suatu saat anak binaan bisa mandiri, atau bahkan bisa mendirikan sebuah usaha atau diterima kerja, maka menjadi hal yang luar biasa.

“Harapannya bekal dalam pelatihan ini bisa merubah nasib dan mindset anak-anak kami. Kami sangat bangga, bisa bersinergi dengan jenengan semua. Program ini juga menjadi salah satu titik penilaian kami dalam agenda Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), karena berkolaborasi tingkat nasional.

Selain itu, harapannya IDSurvey dapat kembali berkontribusi dan merealisasikan mimpi Kalapas untuk memiliki laboratorium komputer, agar anak binaan melek teknologi,” harapnya.

Kepala Unit Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero), Arif Bijaksana Prawira Negara, mengatakan, materi pelatihan yang diberikan untuk anak binaan adalah materi yang applicable, yang sehari-hari sangat dibutuhkan di tengah masyarakat.

Selama sebulan mereka mendapatkan materi teori dan praktik, sehingga tidak mudah hilang dan bisa menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat. “Harapannya, apa yang mereka dapatkan bisa mereka amalkan, tidak hampa dan bisa menjadi modal,” jelasnya.

Sedangkan, Kepala Unit TJSL PT Sucofindo, Nuri Hidayat, mengungkapkan, melalui pembekalan tersebut, anak binaan LPKA Kelas 1 Blitar bisa memberikan kontribusi nyata untuk masyarakt ketika sudah selesai menjalani pembinaan. Sebab, semua manusia memiliki potensi, dan jika dibantu potensi itu akan berkembang.

“Inilah yang dilakukan dalam Program Andikpas Berkarya, supaya mereka punya bekal dan mereka bisa berkembang menjadi manusia, sama seperti manusia yang sebelumnya tidak bermasalah dengan hukum,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Cabang PT Sucofindo Surabaya, V. Prio Mudo Purwanto, mengatakan, Program Andikpas Berkarya adalah suatu usaha untuk meraih individual capital, sehingga dengan modal keterampilan tersebut anak binaan akan lebih percaya diri dan bergerak maju.

“Paling tidak individual capital semakin meningkat, dari sebelum, sesudah, dan seterusnya,” harapnya.

Program Andikpas Berkarya ini merupakan Tanggung Jawab Sosial Sebagai Sarana Pemerkuat Bangsa, yang sejalan dengan visi misi IDSurvey, yakni menjadi perusahaan jasa penjamin terintegrasi kelas dunia dan berperan memperkuat bangsa melalui peningkatan kepercayaan.

Peningkatan kapasitas dan kualitas suatu bangsa melalui pembangunan SDM yang unggul merupakan tugas bersama dalam menciptakan bangsa yang kuat dan negara yang makmur.

"Andikpas Berkarya adalah program pelatihan kemandirian untuk anak didik LPKA yang sedang menjalani masa hukuman, bertujuan agar setelah selesai masa hukuman, mereka dapat kembali ke masyarakat dengan kehidupan yang lebih baik dengan bekal keterampilan kemandirian,” ungkap GM ESQ Kemanusiaan, Dewi Anjani.

Hadirnya Program Andikpas Berkarya merupakan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan anak-anak, tidak hanya pendidikan formal, tapi juga bagi anak berhadapan dengan hukum (ABH).

Program Andikpas Berkarya merupakan hasil kolaborasi LPKA Kelas 1 Blitar dengan pemilik program IDSurvey (Biro Klasifikasi Indonesia, Surveyor Indonesia, Sucofindo), serta pelaksana program ESQ Kemanusiaan. (ynu)

Editor : Anggi Septian A.P.
#Andikpas #LPKA Blitar #Kota Blitar