Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Jalur Pendakian Gunung Kelud via Tulungrejo: Petualangan Ekstrem di Blitar, Pendaki Harus Berhati-hati !

Anggi Septian A.P. • Jumat, 1 November 2024 | 01:32 WIB
EKSTREME: Jalur pendakian Gunung Kelud via Tulungrejo sangat ekstrem. Pendaki harus waspada.
EKSTREME: Jalur pendakian Gunung Kelud via Tulungrejo sangat ekstrem. Pendaki harus waspada.

BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM - Bagi kalian pecinta alam nan ekstrem, pendakian Gunung Kelud via Desa Tulungrejo, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, wajib dicoba. Rute ini menawarkan tantangan unik dengan medan terjal yang mengharuskan pendaki bergantung pada tali di sejumlah titik.

Meskipun penuh risiko, jalur pendakian via Tulungrejo tetap ramai peminat berkat pesona hutan pinus yang rimbun sepanjang perjalanan serta panorama kawah Kelud yang memesona dari puncak. Dengan langkah hati-hati dan adrenalin yang terpacu, jalur ini menjanjikan pengalaman tak terlupakan bagi para petualang sejati.

Jalur pendakian Gunung Kelud via Tulungrejo adalah salah satu rute populer menuju puncak. Rute ini menyuguhkan pemandangan alam yang asri, hutan lebat, dan udara segar sepanjang perjalanan. Meski jalur ini cukup menantang, terutama saat mendekati puncak, pendaki akan dimanjakan dengan panorama luar biasa dari puncak Gunung Kelud.

Dengan ketinggian sekitar 1.731 meter di atas permukaan laut (mdpl), Gunung Kelud mungkin tidak setinggi gunung-gunung besar lainnya di Indonesia, namun tetap menawarkan panorama dramatis dan tantangan bagi para pendaki.

Umumnya, untuk mencapai puncak Gunung Kelud, rute yang paling umum dilalui adalah melalui Desa Sugihwaras di Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Jalur ini lebih mudah diakses dan dilengkapi dengan fasilitas wisata yang memadai.

Setelah memasuki kawasan wisata Gunung Kelud, pengunjung bisa mengikuti jalan yang diaspal menuju pos terdekat yang mengarah ke puncak. Di sini, tersedia berbagai spot wisata seperti Terowongan Ampera, Kawah Kelud, dan pemandangan puncak yang spektakuler.

Namun, mari kita lihat gambaran pendakian Gunung Kelud via Tulungrejo. Jalur ini dikenal cukup menantang karena medan yang curam dan berbatu, terutama mendekati puncak.

Pendaki di beberapa titik perlu menggunakan tali sebagai bantuan, khususnya di bagian yang lebih terjal dan licin. Berikut adalah deskripsi jalurnya:

Awal Pendakian – Pendakian dimulai dari Desa Tulungrejo dengan jalur setapak berkelok-kelok, melewati perkebunan warga dan hutan pinus yang rapat. Medan di awal ini relatif ringan dan cukup landai, cocok untuk pemanasan.

Pertengahan Jalur – Semakin mendaki, jalur menjadi lebih curam dengan bebatuan yang lepas. Vegetasi hutan semakin rimbun dan jalur semakin sempit. Di sini, pendaki harus lebih berhati-hati karena bebatuan yang licin, terutama setelah hujan.

Titik Penggunaan Tali – Mendekati puncak, beberapa area sangat terjal, dan pendaki akan menemukan tali yang dipasang sebagai alat bantu.

Di titik-titik ini, pendaki harus memegang tali dengan kuat dan menapak dengan hati-hati di batu-batu yang tersedia. Tali ini biasanya dipasang oleh kelompok pendakian lokal atau pegiat alam untuk membantu pendaki melewati area yang curam.

Puncak – Setelah melewati jalur bertali, pendaki akhirnya tiba di puncak yang menampilkan pemandangan kawah dan lanskap sekitarnya yang menakjubkan.

Keindahan kawah yang terlihat jelas serta pemandangan puncak lainnya menjadikan perjalanan ini sangat berharga, sebanding dengan tantangan yang dihadapi.

Meskipun tali di jalur ini sangat membantu, pendaki tetap perlu mempersiapkan fisik dan mental serta membawa perlengkapan keselamatan untuk memastikan perjalanan yang aman dan lancar.(*)

Editor : Anggi Septian A.P.
#Tulungrejo #blitar #gunung kelud