BLITAR - Jarang ada polisi di daerah yang menerima pin emas dari kapolri karena prestasi yang diraih.
Namun, Ipda Jason Kurnia, anggota Polres Blitar, ini mampu mewujudkannya lewat raihan medali perak pada ajang inovasi di Malaysia pada Mei lalu.
Polres Blitar beruntung menerima perwira berpangkat Ipda yang kini menjabat sebagai Kanit perlindungan perempuan dan anak (PPA).
Sosok satu ini patut ditiru dan menjadi inspirasi bagi polisi lain karena prestasi yang telah diraihnya di usia muda.
Dia berhasil mendapat penghargaan langsung dari Kapolri Listyo Sigit Prabowo berupa pin emas.
Ceritanya, pada Mei lalu dia sukses meraih medali perak atau silver dalam ajang internasional di Malaysia pada Mei 2024 lalu yang bertajuk World Young Inventors Exhibition (WYIE).
Ajang itu merupakan kompetisi penelitian inovasi. Tujuannya mendorong semangat dalam berkreasi dan berinovasi bagi peneliti muda.
“Saat kompetisi itu saya masih berdinas di Ditsamapta Polda Jatim. Saya ikut bersama teman, yakni Ipda Afgha Satriya Prayoga. Kami membuat body protector terbaru untuk pengendalian massa,” ujar Jason ditemui Polres Blitar, Kamis (31/10).
Saat itu dia menjabat sebagai komandan pleton pengendalian massa (Danton Dalmas) pada satuan kerjanya. Praktis, dia harus berpikir hal baru untuk mendukung kinerjanya lebih efektif dan optimal.
Jason menyebut, inovasi body protector buatannya diberi nama S.H.I.E.L.D atau Supportive High Tech Intervention and Enforcement for Legal Defence.
Dengan mengikuti kompetisi WYIE ini, memberikan kesempatan untuk menyoroti potensi S.H.I.E.L.D terhadap keselamatan publik di panggung internasional.
Tujuannya mengikuti ajang tersebut adalah untuk menunjukkan hasil karya berupa S.H.I.E.L.D.
Inovasi tersebut tentu memprioritaskan dalam hal perlindungan petugas kepolisian yang menjalankan tugasnya.
"Pengerjaan karya kami sekitar 3 bulan. Saya kerjakan pada malam hari sambil menunggu waktu sahur. Kebetulan waktu itu bulan puasa. Sementara pagi harinya bertugas seperti biasa,”ungkapnya lantas tersenyum.
Pria 23 tahun ini masih tak menyangka bisa menyabet penghargaan bergengsi itu.
Mengingat, kegiatan itu dihadiri 700 tim dari 15 negara di seluruh dunia, mulai dari China, Saudi Arabia, Malaysia, Oman, Thailand, Hongkong, hingga Australia.
Jason mengungkapkan, jarang polisi yang mengikuti kompetisi seperti ini. Apalagi, pengurusan izin untuk mengikuti kompetisi, terlebih di tingkat internasional, cukup sulit dan panjang prosesnya.
Maka dari itu, dia mengikuti ajang ini dengan menghasilkan karya inovasi yang mendukung kinerjanya.
Sebenarnya banyak polisi muda yang berkeinginan untuk mengikuti kompetisi untuk meraih prestasi.
Namun, karena perizinannya yang tidak mudah, sehingga enggan untuk menciptakan karya dari hasil tangannya.
“Usai berdinas dari Polda. Saya dimutasi di Polres Blitar dan diamanahi sebagai Kanit PPA. Saya merasa ada yang perlu diperbaik dalam unit ini. Tentu harus ada inovasi untuk dapat menangani masalah di Blitar ini,” tutur lulusan Akpol 2023 ini.
Dia menceritakan, baru saja menciptakan progam inovasi bernama SAPPA (Sosialisasi Ambek PPA). Progam ini baru diciptakannya dalam bulan ini, dan beberapa hari yang lalu sempat berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar.
Tujuannya untuk memberikan pemahaman terhadap pencegahan kekerasan pada perempuan dan anak.
Jason berharap adanya progam ini dapat berkontribusi dalam menekan angka kriminalitas di bumi penataran.
Terutama kasus-kasus yang berkaitan dengan perempuan dan anak. Sebab dalam setahun ini kerap kali terjadi kasus kekerasan di Kabupaten Blitar.
“Bagi progam seperti ini jarang sekali ada di polres lain. Saya sudah memikirkan inovasi lagi, dan sudah disetujui oleh Kasatreskrim. Tentu inovasinya berkaitan dengan unit saya. Tunggu saja untuk perkembangan lebih lanjutnya,” katanya.
Dia memang berniat menjadi polisi dari lubuk hatinya. Misinya ingin merubah citra polisi yang sempat dipandang sebelah mata oleh masyarakat.
Dia berharap, inovasi dan prestasi yang diperjuangkan tersebut bisa menekan angka kriminalitas di Blitar. (jar/sub)
Editor : Anggi Septian A.P.