Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Angin Kencang Terjang Blitar, Berikut Penuturan Korban dan Dampak Dirasakan, Begini Langkah serta Catatan Data BPBD

Fajar Ali Wardana • Sabtu, 2 November 2024 | 03:21 WIB

 

TETAP BERAKTIVITAS: Siswa SDN 02 Sumberagung membersihkan sisa-sisa material pascabencana angin kencang yang melanda 6 desa di 3 kecamatan.
TETAP BERAKTIVITAS: Siswa SDN 02 Sumberagung membersihkan sisa-sisa material pascabencana angin kencang yang melanda 6 desa di 3 kecamatan.

 

BLITAR – Terdapat 71 rumah di 4 desa di Kecamatan Gandusari terdampak bencana angin kencang pada Kamis (31/10/2024) sore. Dampak terparah menerjang SDN 2 Sumberagung, Kecamatan Gandusari, Kebupaten Blitar. Salah satu gedungnya rusak pada bagian atapnya.  Tidak hanya itu, ada satu korban dilarikan di rumah sakit.

 

Kondisi tersebut tentu membuat kegiatan masyarakat terhambat, terlebih para siswa SD 2 Sumberagung Blitar. Ada dua kelas terdampak hingga siswa terpaksa harus belajar secara daring. Bahkan, para siswa juga terlihat ikut membantu membersihkan material karena dampak bencana angin kencang ini.

 

”Kejadian angin kencang terjadi pada pukul 15.00 WIB saat hujan. Saat itu, siswa dan guru sudah pulang karena jam pembelajaran sudah selesai. Masih ada penjaga sekolah di lokasi kejadian,” kata Kepala SDN 2 Sumberagung Blitar, Dini Dewi Mulyono, Jum'at (1/11/2024).

 

Dia melanjutkan, penjaga sekolah berada di dalam gedung yang digunakan sebagai gudang dan dapur. Saat itu, dia sedang menyapu dan mencuci piring. Tiba-tiba angin kencang datang hingga membuat asbes gedung lepas dan terbang 20 meter ke utara.

 

 

Selain gedung itu, Dini menyebut ada beberapa tempat di sekolahnya yang terdampak. Di antaranya, 3 ruang kelas, musala, perpustakaan, kantin, tempat parkir, dan ruang unit kesehatan siswa (UKS).

 

“Kami sudah izin kepada dinas pendidikan untuk pembelajaran daring anak kelas 1, 2, dan 3. Karena berisiko jika pembelajaran tetap dilangsungkan di dalam kelas,” ungkapnya.

 

Data sementara dari BPBD Kabupaten Blitar, tercatat ada 6 desa di 3 kecamatan terdampak bencana angin kencang. Peristiwa ini mengakibatkan sekitar 80 bangunan rumah warga dan fasilitas umum rusak disapu angin kencang. Selain itu, ada satu warga mengalami luka karena tertimpa reruntuhan bangunan rumah dan harus menjalani perawatan di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi.

Enam desa terdampak bencana angin kencang yaitu Desa Sumberagung, Desa Sukosewu, Desa Kotes, dan Desa Gandusari di Kecamatan Gandusari. Lalu, Desa Sumberasri di Kecamatan Nglegok dan Desa Slorok di Kecamatan Garum. Dampak terparah bencana angin kencang di Kecamatan Gandusari

 

“Ada sekitar 71 rumah warga di empat desa di Kecamatan Gandusari rusak berat, ringan, dan sedang akibat angin kencang. Jumlah itu diketahui setelah dilakukan asesmen,” tutur Kepala pelaksana BPBD Kabupaten Blitar, Ivong Betryanto.

 

Tidak hanya itu, di Desa Sumberasri, Kecamatan Nglegok, terdapat satu bangunan teras rumah roboh. Bahkan, ada delapan bangunan rumah rusak tertimpa pohon tumbang di Desa Slorok, Kecamatan Garum.

"Dampak terparah akibat peristiwa angin kencang di Kecamatan Gandusari. Petugas terus membantu perbaikan dan pembersihan material dampak bencana,” pungkasnya.(jar/c1/din)

Para pendukung paslon 02 Yoyok-Joss dalam debat perdana Pilwakot Sematang Jumat (1/11/2024)
Para pendukung paslon 02 Yoyok-Joss dalam debat perdana Pilwakot Sematang Jumat (1/11/2024)
Editor : Didin Cahya Firmansyah
#Peristiwa #blitar #bencana