BLITAR - Pendakwah asal Blitar, Jawa Timur, Gus Iqdam menyampaikan untuk bersikap rendah hati di setiap kondisi kepada jamaah pengajian rutin majelis Sabilu Taubah pada Kamis (31/10/2024).
Dalam pengajian rutin majelis asuhannya di Kamis malam itu, Gus Iqdam mengatakan bahwa umat Muslim wajib menaati perintah Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW serta meninggalkan larangan-Nya.
Gus Iqdam menyebutkan, Nabi Muhammad SAW meninggalkan warisan sebagai pedoman hidup umat Muslim supaya taat kepada perintah Allah SWT dan Rasulullah SAW dan terhindar dari kesesatan. Warisan tersebut adalah Al-Quran dan Hadits.
"Dua hal yang ditinggalkan Kanjeng Nabi adalah Al-Quran dan Hadits. Ketika kita berpegang teguh kepada dua hal tersebut, kita bisa menuruti apa yang didawuhkan Allah SWT dan Rasulullah SAW. Tentu kita tidak akan merasa tersesat," terangnya.
Dalam menjalankan perintah Allah SWT dan Rasulullah SAW, umat Muslim tidak boleh menyombongkan diri atas ibadah yang dilakukan telah sempurna dari orang lain. Melainkan kita harus terus melakukan introspeksi diri.
Gus Iqdam menjelaskan bahwa kesombongan tersebut dapat menjadi awal mula kemaksiatan terjadi. Selain itu, bersikap rakus dimana selalu merasa kurang atas nikmat yang telah diberikan juga termasuk asal kemaksiatan.
"Kita harus terus memperbaiki ibadah kita. Ketika seseorang merasa dirinya paling unggul dari orang lain, ini sangat berbahaya. Sebab asalnya kemaksiatan itu takabur, merasa sombong. Contohnya ibadahku sudah banyak, ngga hanya wajib saja, tapi juga sunnah. Kemudian yang kedua adalah rakus. Merasa tidak cukup, selalu merasa kurang terhadap nikmat yang diberikan," ujar Gus Iqdam.
Gus Iqdam menambahkan, umat Muslim selalu berusaha istiqomah dalam menjalankan perintah Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW. Adapun kita harus menyandarkan diri kepada Allah SWT dalam segala keadaan yang dihadapi. (anindya)
Editor : Mahasiswa Magang BK