BLITAR - Tanaman anggrek hingga kini masih bisa dijadikan ladang cuan, jika telaten untuk melakukan pembudidayaan dan perawatan.
Maka tidak salah jika masih ada warga memilih tanaman tersebut sebagai pundi-pundi penopang ekonomi rumah tangga.
Warga Desa Dermojayan, Kecamatan Srengat, Samsul Anwar mengaku, sejak tahun 2020 mulai tertarik dengan tanaman anggrek.
Karena niat awal ingin berkebun. “Dulu hanya ingin sekadar hobi, namun lama kelamaan tertarik dan ingin dikembangkan,” terang pria tersebut.
Dia waktu itu masih memiliki usaha konter HP, maka perlu membagi waktu dilakukan di sela-sela pekerjaan utama dengan merawat anggrek. Hasilnya memang bisa berjalan beriringan.
Meski dia tak memiliki keahlian khusus dalam bidang pertanian, namun memiliki niat dan ketekunan kuat.
Yakni memulai belajar secara otodidak. Termasuk belajar dari kanal media sosial.
Dari belajar otodidak ini, lantas menerapkan dengan melakukan pembibitan terlebih dahulu, menggunakan media, termasuk moss, arang dan sabut kelapa.
“Kalau awal memang sulit dan sudah biasa, terpenting tetap telaten,” tandasnya.
Untuk proses pembudidayaan anggrek memiliki beberapa fase pertumbuhan, mula-mula dari kecambah, fasebibit (sedding), anggrek usia remaja, anggrek usia remaja dan anggrek fase berbungan.
Dari kecambah sampai menjadi bibit anggrek diperlukan waktu sekitar 7 bulan, setelah itu baru disemaikan pada media lain seperti botol sampai menjadi anggrek usia remaja sekitar 2 tahun.
Beberapa tahun menggeluti dunia anggrek, hasilnya dia mendapatkan pengalaman.
Termasuk tidak semua anggrek bisa tumbuh sehat di daerah Blitar. Karena ada perbedaan perawatan dalam membudidayakan anggrek, tergantung jenis itu sendiri.
Dia kini sudah memiliki beberapa jenis anggrek yang sudah ada di kebun pribadinya itu, yakni dendrobium, bulan, vanda, vattleya.
“Anggrek sudah dipasarkan ke sejumlah daerah mulai dari Tulungagung, Kediri dan Blitar, dan sejumlah tempat di sekitar lingkungan rumah,” ungkapnya.
Dia menambahkan, bagi pemula yang ingin menggeluti budi daya anggrek, harus tetap ketekunan dan kesabaran.
Tidak lupa untuk lebih giat dalam belajar baik dari online maupun eksplorasi dari tempat pembudidaya anggrek di tempat lain. (mg3/din)
Editor : Anggi Septian A.P.