BLITAR - Jumlah dokter spesialis di Kabupaten Blitar masih tergolong minim.
Dampaknya, beberapa rumah sakit kekurangan tenaga ahli di berbagai bidang spesialisasi.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Blitar, dr Dedy Ismiranto mengatakan, dari total 257 dokter yang terdaftar di IDI Kabupaten Blitar, sekitar 70 persen adalah dokter umum.
Sisanya merupakan dokter spesialis. Kondisi ini jelas menggambarkan kurangnya tenaga dokter spesialis, baik di rumah sakit swasta maupun rumah sakit negeri di Kabupaten Blitar.
“Beberapa bidang spesialisasi yang masih sangat terbatas meliputi spesialisasi jiwa, rehabilitasi medik, bedah saraf, bedah anak, serta sejumlah spesialisasi lainnya yang sangat dibutuhkan,” ujar Dedy.
Dia melanjutkan, ada beberapa faktor utama yang menyebabkan minimnya jumlah dokter spesialis di Kabupaten Blitar.
Salah satunya biaya pendidikan yang sangat tinggi. Selain itu, untuk memenuhi kualifikasi sebagai spesialis, dokter harus menempuh pendidikan hingga 4 tahun.
Kendalan lain, kata Dedy, tak sedikit dokter umum kesulitan masuk ke program spesialisasi.
Sebab, jumlah perguruan tinggi yang menyediakan program spesialisi tersebut juga terbatas.
“Kami berharap agar ke depannya rumah sakit besar di Indonesia dapat membuka program pendidikan spesialis, sehingga bisa meningkatkan jumlah lulusan dokter spesialis untuk mengisi kebutuhan di daerah-daerah,” ungkapnya.
Direktur Rumah Sakit Amanda ini juga menyoroti kekurangan dokter konsultan atau subspesialis di Kabupaten Blitar.
Dokter konsultan adalah dokter spesialis yang telah menempuh pendidikan tambahan untuk menguasai bidang ilmu kedokteran secara mendalam.
Kekurangan ini berdampak pada terbatasnya layanan spesialisasi mendalam di berbagai bidang medis yang memerlukan penanganan khusus.
Maka dari itu, pemerintah daerah tentunya harus ada rekrutmen untuk posisi dokter konsultan ini.
“Dengan adanya program pendidikan spesialis yang lebih terjangkau dan tersedia di lebih banyak institusi, kami tentu ingin jumlah dokter spesialis dan subspesialis di Kabupaten Blitar dapat bertambah. Sehingga, pelayanan kesehatan bagi masyarakat bisa maksimal,” pungkasnya. (jar/c1/hai)
Editor : Anggi Septian A.P.