BLITAR - Program makan siang gratis atau program makan bergizi gratis belum menunjukkan tanda-tanda realisasi khususnya di Bumi Bung Karno.
Komisi 1 DPRD Kota Blitar bakal segera membahas program dari pemerintah pusat tersebut dengan dinas terkait.
Sebagaimana diketahui, program makan siang gratis merupakan program baru dari pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Di beberapa daerah, program tersebut sudah diujicobakan. Sasarannya untuk sementara adalah para pelajar.
Ketua Komisi 1 DPRD Kota Blitar Agus Zunaedi mengatakan, pemerintahan baru yang dipimpin oleh Prabowo-Gibran telah membawa hal baru. Termasuk program-program serta kebijakan.
"Karena itu, yang di daerah nanti juga menyesuaikan. Program-program di daerah harus linier dengan yang di pusat," katanya.
Berdasarkan regulasi yang berlaku bahwa Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) harus linier dengan rencana pembangunan pemerintah pusat. Termasuk salah satunya rencana program makan siang gratis.
"Tapi, sampai sekarang belum tahu bagaimana pelaksanaan dari program makan siang gratis itu. Termasuk penganggarannya," ujar politisi PPP ini.
Apakah nanti, lanjut Agus, program makan siang gratis itu menggunakan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) atau APBN melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) atau dana-dana lain yang dikelola langsung oleh dinas terkait.
Hingga kini, rencana program makan siang gratis di daerah belum jelas.
Pihaknya berencana untuk memanggil dinas terkait untuk membahas rencana program makan siang gratis tersebut.
Komisi 1 ingin tahu bagaimana mekanisme pelaksanaan dan petunjuk teknisnya. "Intinya, kami ingin program baru tersebut berjalan dengan tepat sasaran. Fokus," harapnya. (sub)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila