BLITAR - Blitar masih memiliki banyak situs bersejarah yang terjaga dengan baik hingga kini. Hal ini menambah daftar benda bersejarah. Termasuk keberadaan Prasasti Padlegan 1 di Desa Pikatan, Kecamatan Wonodadi.
Ada prasasti di Blitar yang memiliki catatan sejarah panjang di dalamnya hingga disebut menjadi cikal bakal terbentuknya sebuah desa di Kabupaten Blitar. Yakni, Prasasti Padlegan 1 yang ditemukan di Desa Pikatan, Kecamatan Wonodadi.
Kini, Prasasti Padlegan I yang asli tersimpan di Museum Penataran Kabupaten Blitar. Namun, ada dua tempat replika prasasti ini berdiri. Yaitu di depan kantor Kecamatan Wonodadi dan kantor Desa Pikatan.
Menurut penuturan Sekretaris Desa Pikatan, Fuad Fauzi, situs Padlegan sudah ada sejak tahun 1130 Saka atau 11 Januari 1117 Masehi. Hal ini tertulis pada situs bersejarah tersebut.
Lebih tepatnya lagi, situs tua tersebut ada pada zaman Kerajaan Panjalu Kediri yang pada saat itu dipimpin oleh Raja Sri Bameswara.
“Prasasti ini asli ditemukan di Pikatan. Setelah kita teliti, situs Padlegan ini ada pada Kerajaan Panjalu Kediri,” ujaranya.
Prasasti Padlegan 1 ini dibangun oleh Raja Sri Bameswara, sebagai tanda diberikannya hadiah kepada desa yang sekarang bernama Pikatan ini menjadi Desa Simaswatantra atau desa terbebas dari pajak kerajaan.
Hal ini dikarenakan pada masa itu beberapa tokoh penting yang ada di Desa Pikatan ikut mempersatukan kembali Kerajaan Panjalu dengan Kerajaan Jenggolo atau Kota Lama.
“Karena Kediri dulu adalah Kerajaan Kahuripan. Kahuripan itu terpecah menjadi dua, Panjalu dan Jenggolo itu,” terangnya.
“Kemudian, salah satu petinggi Kerajaan Panjalu memberikan wilayah perdikan di Padlegan (sekarang Pikatan),” imbuhnya.
Situs Padlegan ini sekaligus menjadi sebuah tanda bahwa Padlegan dulunya merupakan sebuah kawasan yang sangat luas.
Dia menjelaskan, kawasan Padlegan dulu mencakup enam wilayah. Yakni, Desa Pikatan, Desa Wonodadi, Desa Gandekan, Desa Karanggayam, Desa Kunir, dan Desa Kolomayan.
“Bahkan kalau di situsnya tertulis sampai ke pinggir ing kasih, maksudnya, wilayahnya sampai ke pinggir Sungai Brantas,” ungkapnya.
Barulah rentang 300 tahun kemudian, tepatnya pada awal masa Kerajaan Majapahit, nama yang semula adalah Padlegan berubah menjadi Pikatan.
Kini, duplikat Prasasti Padlegan 1 bisa dinikmati semua orang karena letaknya berada di pinggir jalan raya Pikatan.
Prasasti bersejarah ini berbentuk stela dengan puncak kurawal, dengan ukuran tinggi 145 sentimeter (cm), lebar atas 81 cm, lebar bawah 70 cm, dan tebal 18 cm. Walaupun hanya duplikatnya, bentuk serta ornamen masih terlihat serupa dengan yang asli. (*/c1/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila