BLITAR - Penikmat moda transportasi kereta api (KA) menunjukkan angka meningkat tahun ini.
Tercatat dari hasil pemantauan penumpang yang naik di Stasiun Blitar pada periode Januari hingga Oktober 2024.
Data Daop 7 Madiun, jumlah penumpang yang naik hingga Oktober mencapai 646.346 orang, dibanding dengan 2023 pada periode yang sama mencapai 574.339 penumpang.
”Ada kenaikan sekitar 13 persen atau 72.007 penumpang dibanding tahun lalu,” kata Manajer Daop 7 Madiun, Kuswardojo, Selasa (5/11).
Jumlah penumpang yang meningkat tersebut merupakan penumpang KA jarak jauh dan KA commuter line.
Biasanya, lonjakan volume penumpang terjadi pada akhir pekan, libur panjang, dan libur hari besar keagamaan seperti Lebaran, Natal, dan Tahun Baru.
Kuswardojo mengeklaim bahwa peningkatan jumlah penumpang KA karena peningkatan fasilitas pendukung di stasiun, khususnya Stasiun Blitar.
Fasilitas anyar itu meliputi water station gratis, peningkatan layanan informasi, fasilitas lost and found, ruang menyusui, pos kesehatan, hingga pemisahan boarding gate bagi penumpang KA jarak jauh dan KA commuter line.
Di samping itu, Stasiun Blitar juga menjadi jujukan perantau atau pendatang dari luar daerah. Pasalnya, Stasiun Blitar juga memberangkatkan tiga KA jarak jauh andalan.
Ketiganya adalah KA Singasari relasi Blitar–Pasar Senen (PP), KA Kahuripan relasi Blitar–Kiara Condong (PP), serta KA Brantas new generation relasi Blitar–Pasar Senen (PP).
Salah satu fasilitas anyar yang disuguhkan oleh KAI adalah kehadiran kursi penumpang yang bisa memutar 180 derajat.
Fasilitas itu ada di KA Brantas kelas ekonomi new generation yang terdiri dari rangkaian 3 kereta eksekutif dan 6 kereta ekonomi.
”Fasilitas ini dapat memberikan ergonomi dan kenyamanan seperti kursi eksekutif,” ujarnya. (sub/c1/ady)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila