BLITAR - Baru-baru ini berita Gus Iqdam mendapat surat imbauan dari Bawaslu Kabupaten Blitar viral di media sosial. Surat tersebut langsung dibacakan Gus Iqdam kepada jamaah pengajian rutin Sabilu Taubah pada Senin (4/11/2024) malam lalu.
Usai sesi dakwahnya, Gus Iqdam terlihat menunjukkan surat imbauan dari Bawaslu Kabupaten Blitar melalui Panwascam Srengat, kemudian dibacakan di hadapan jamaah yang hadir di pengajiannya.
Gus Iqdam terkejut dengan surat imbauan Panwascam Srengat yang ditujukan kepadanya itu. Dia bertanya-bertanya tentang kesalahan apa yang dia buat sampai dikirim surat itu.
"Disurati aku, gawe kesalahan opo iki (buat kesalahan apa ini)," ujar Gus Iqdam.
Surat tersebut berisi imbauan kepada Gus Iqdam untuk memastikan kegiatan pengajiannya tidak memuat kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 mulai gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, serta wali kota dan wakil wali kota.
Gus Iqdam merasa keheranan mendapat surat imbauan dari Bawaslu itu. Dia mengakui bahwa banyak pejabat yang datang ke pengajian, namun tidak ada unsur kampanye apapun dalam kehadiran pejabat tersebut.
Baca Juga: Dampak Surati Gus Iqdam, Komentar di Medsos Bawaslu Kabupaten Blitar Bertebaran Sindiran Negatif
"Disini ngga pernah ada kampanye. Jujur saja, selama bertahun-tahun bupati dari mana saja itu ke sini. Orang mabukan, non muslim saja, saya terima. Apalagi calon pemimpin ya harus saya terima kedatangannya," jelas pria usia 31 tahun itu.
Gus Iqdam cukup kesal mendapat surat imbauan dari Panwascam Srengat dan Bawaslu Kabupaten Blitar itu. Dia pun mengajak kedua lembaga tersebut untuk datang ke pengajiannya supaya mengetahui langsung ada atau tidaknya unsur kampanye.
"Aku kayak ngelanggar apa aja, jangan kamu surati kaya gini. Memang cuma imbauan, tapi harusnya bisa komunikasi yang baik. Ayo dolan (main) kesini. Tinggal datang, ngomong langsung gitu kan lebih enak," pungkas Gus Iqdam.
Gus Iqdam menegaskan bahwa tidak ada kampanye terselubung di dalam pengajian rutin Sabilu Taubah. Dalam pengajian rutin tersebut, hanya ada kegiataan keagamaan seperti mengaji bersama, sholawatan, dan berdakwah.
Editor : Mahasiswa Magang BK