BLITAR- Para jamaah Gus Iqdam mulai ingin Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk menyikapi imbuan surat Panwasan Srengat Blitar agar tidak kampanye saat pengajian di Markas Sabilu Taubah.
Jamaah Gus Iqdam ini ingin melihat kondisi tersebut agar Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengetahui dengan cara menyematkan akun petinggi negara Indonesia itu.
Di akun salah satu media di Blitar sejumlah jamaah Gus Iqdam ini memberikan komentar menarik. “Atasi mawong Mas @gibran_rakabuming” terang pemilik akun @haaryprasetyo.
Komentar itu pun mendapatkan tanggapan dari akun lain. “@haaryprasetyo gaskuen mas @gibran-rakabuming” terang akun @ warkoppedewe.
Ada akun lain memberikan respons kepada Presiden Prabowo untuk bisa mempehatikan. “PENGIN DI SAMPERIN BAPAK @prabowo bapak tolong periksa @bawaslublitar” ujar pemilik akun @yanbahagia
Diberitakan sebelumnya, Gus Iqdam memberikan pengakuan mengejutkan dalam pengajian rutinan di Majelis Sabilu Taubah, di Desa Karanggayam, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar.
Gus Iqdam yang bisa memimpin majelis pada Senin dan Kamis tersebut mengaku telah mendapatkan surat dari Panwaslu Kecamatan Srengat, Kabupatan Blitar.
Gus Iqdam pun membeberkan kronologi pemberian surat imbauan dari Panwaslu Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar.
Gus Idham mengaku kaget dan mempertanyakan terkait surat imbauan tersebut.
“Isinya panitia kegiatan pengajian Gus Iqdam, gae kesalahan opo aku ini, ngewangi opo (buat kesalahan apa saya, membantu apa saya),” ujar Gus Iqdam dalam akun YouTube Sabilu Taubah Official, Senin (4/10/2024).
Gus Iqdam mengaku, jika surat dari Panwaslu Kecamatan Srengat mengimbau pengajiannya, untuk memastikan dalam acera tersebut tidak melakukan kampanye Pemilihan Gubernur, Bupati, Wali Kota tahun 2024.
“Berarti tidak boleh kampanye, saya ini bertahun-tahun membangun pengajian, kok pakai surat. Dolan (mampir) kesini tidak apa-apa,” ungkapnya. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah