BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM - Gunung Pegat Srengat, sebuah gunung yang terletak di kawasan Blitar, Jawa Timur, semakin populer di kalangan pendaki gunung yang mencari tantangan baru dan keindahan alam yang memukau.
Meski tidak seterkenal Gunung Semeru atau Bromo, Pegat Srengat menawarkan pengalaman mendaki yang tak kalah menantang dengan panorama alam yang eksotis.
Namun, seperti halnya dengan destinasi pendakian lainnya, ada pantangan yang harus dipatuhi untuk menjaga keselamatan, menghormati budaya lokal, dan melestarikan alam.
Berawal dari sejumlah kisah mitos yang berkembang dari waktu ke waktu. Munculah salah satu pantangan yang dipercayai warga adalah bagi pasangan pengantin baru dilarang melintas diantara jalan yang memisahkan badan gunung Pegat.
Semisal ada rombongan pengantin baru dari desa Kawedusan akan menuju ke desa Dadaplangu maka harus mengambil jalan memutar melalui Ponggok atau Srengat.
Jika dilanggar dipercayai rumah tangganya tidak akan bertahan lama alias putus dan bercerai.
Berlaku pula bagi pasangan sejoli yang menjalin cinta juga akan mengalami nasib yang sama jika tetap nekat melintasi jalan tersebut.
Meskipun belum ada data akurat ataupun riset yang membuktikan kebenaran mitos ini,namun faktanya masih ada sebagaian masyarakat yang memegah teguh tradisi ini.(*)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila