Blitar- Lapangan pacuan kuda di Desa Pikatan, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar, merupakan salah satu arena pacuan kuda yang tergolong besar.
Lokasinya yang strategis menjadikan arena pacuan kuda ini tak hanya digemari aktivitas olahraga berkuda, tetapi juga olahraga lain. Baik dari masyarakat umum atau persatuan olahraga di Kabupaten Blitar.
Termasuk pernah digunakan grasstrack motocross dan olahraga paralayang yang digelar beberapa hari lalu, serta bisa dijadikan aktivitas warga seperti sepak bola ataupun acara desa.
Kini, arena pacuan kuda tersebut sudah mendapatkan beberapa perbaikan dan akan terus ditingkatkan setiap tahunnya.
Di balik kemegahannya itu, lapangan pacuan kuda Pikatan ini ternyata memiliki usia yang cukup tua dan terdapat sisi sejarah menarik yang meliputinya.
Karena dianggap cukup tua, lapangan berkuda di Kecamatan Wonodadi Blitar ini sering dikaitkan dengan masa Kerajaan Kediri.
Konon, lapangan pacuan kuda Pikatan ini merupakan tempat latihan para pasukan khusus berkuda dan memanah pada masa Kerajaan Panjalu Kediri itu.
Bukti kuat temuan ini didasarkan pada prasasti Padlegan yang ada di Desa Pikatan.
Prasasti tersebut berangka tahun 1130 Saka atau bertanggal 11 Januari 1117 dan raja pada masa itu adalah Raja Sri Bameswara.
“Iya betul, jadi ada kaitannya prasasti di Pikatan itu dengan sejarah arena pacuan kuda itu,” ungkap Sekretaris Desa Pikatan, Fuad Fauzi.
Fauzi menjelaskan, pada masa kerajaan Panjalu itu, Padlegan (sekarang Pikatan) merupakan pusat latihan para pasukan khusus berkuda dan memanah.
Baca Juga: Peran Mikrobiota Usus: Kunci Kesehatan Tersembunyi dari Saluran Pencernaan
Selain itu, jadi pusat penggemblengan para pasukan khusus berkuda dan memanah. “Iya, lapangan pacuan kuda di Pikatan itu pusat tempat berlatihnya para pasukan khusus memanah dan berkuda kerajaan itu,” terangnya.
Kemudian, tempat untuk para perwira Kerajaan Panjalu Kediri mengeyam pendidikan berlokasi di Candi Penataran.
“Kalau istilah sekarang universitas terbesar. Jadi berlatih pasukan khusus di Pikatan, kalau pendidikan di Penataran,” katanya.
Sampai sekarang, lapangan pacuan kuda ini terus digemari untuk aktivitas olahraga. Hingga kini, pemerintah desa setempat terus berbenah dan rencananya akan ditambahkan lagi beberapa fasilitas yang bisa menarik perhatian. (mg3/c1/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila