BLITAR - Sebanyak 102 kasus gondongan tercatat di Bumi Penataran selama Oktober. Bahkan, September hingga Oktober lalu, kasus tertinggi berada di Kecamatan Sutojayan. Orang tua harus menjaga anaknya karena penyakit akibat inveksi virus ini mudah menyebar.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Anggit Ditya Putranto mengatakan, ratusan kasus itu dilaporkan sejak awal tahun 2024. Namun, infeksi virus gondongan ini marak ditemukan selama dua bulan terakhir.
“Penyakit ini banyak ditemukan pada anak-anak usia 5 hingga 15 tahun. Misalnya pada Kecamatan Sutojayan saja, tercatat ada 24 kasus gondongan yang mayoritas menyerang anak-anak mulai usia balita hingga 11 tahun,” ujar Anggit, yang ditemui di kantornya beberapa waktu lalu.
Dia melanjutkan, gondongan disebabkan oleh infeksi virus mumps atau paramyxovirus dan menyebar melalui tetesan air liur atau ingus.
Penyakit ini juga dapat menular ketika penderita batuk, bersin, atau berbicara, serta kontak langsung dengan penderita.
Bahkan, virus ini juga bisa menular melalui peralatan makan yang terkontaminasi. Oleh karena itu, pemahaman masyarakat tentang cara penularan ini sangat penting untuk mengantisipasi dan mencegah penyebaran penyakit.
Anggit menyebut gejala gondongan dimulai dari demam tinggi hingga 39 derajat Celsius, sakit kepala, pipi bengkak, hilang nafsu makan, dan nyeri perut. Maka dari itu, perlu diwaspadai oleh orang tua pencegahannya.
“Kami mengimbau masyarakat yang mendapati gejala-gejala tersebut segera memeriksakan anaknya ke fasilitas layanan kesehatan terdekat. Mengingat penyakit ini menular, pola hidup bersih dan sehat sangat dibutuhkan untuk mengendalikan penyebarannya,” ungkap Anggit.
Dalam menghadapi kasus yang terus meningkat, Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar telah melakukan berbagai langkah.
Di antaranya, pengobatan bagi yang terinfeksi, promosi kesehatan untuk mencegah penyebaran gondongan, serta penyelidikan epidemiologi guna memahami pola penyebaran di masyarakat.
Harapannya dengan langkah-langkah ini kasus gondongan di Kabupaten Blitar dapat segera terkendali.
Pihaknya juga mengingatkan masyarakat untuk menajaga kebersihan pribadi, menghindari berbagi alat makan, serta mengurangi kontak langsung dengan penderita sebagai tindakan pencegahan.
“Dengan partisipasi aktif masyarakat dan kepatuhan terhadap imbauan kesehatan, penyebaran gondongan diharapkan dapat ditekan, khususnya di kalangan anak-anak yang rentan terhadap penyakit ini,” pungkasnya. (jar/c1/hai)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila