BLITAR – Tidak lama lagi tambahan pemasukan pendapatan asli daerah (PAD) bertambah lagi dari sektor peternakan.
Pemkab Blitar sedang bangun rumah potong unggaks (RPU) senilai Rp 2 miliar (M) yang dipastikan selesai pada akhir bulan ini.
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar Eko Susanto mengatakan anggaran miliaran itu berasal dari progam dana alokasi khusus (DAK).
Tentu tidak hanya pengadaan, ada perencanaan, pengawasan, pemenuhan peralatan dan dokumen.
“Kami bangun rumah potong unggas ini karena memang pemerintah belum memiliki layanan ini. Sedangkan rumah potong hewan sudah ada 3 tempat. Tentu hal ini untuk meningkatkan pelayanan masyarakat di sektor unggas,” ujar Eko beberapa waktu lalu.
Selain belum adanya RPU, kebutuhan pasar juga menjadi pertimbangan dalam pembangunan ini. Karena peternak unggas di Bumi Penataran jumlahnya tidak kalah banyak dengan peternak ruminansia.
Eko menyebut sejak awal telah merencanakan rumah potong unggas ini, berlokasi di Srengat.
Bangunannya dalam satu area dengan rumah potong hewan (RPH) Srengat, sehingga sudah ada cikal bakal sejak tahun lalu. Namun anggaran baru ada tahun, sehingga hal ini hanya tinggal melanjutkan saja.
“Pembangunan sudah berjalan sejak Agustus dan ditargetkan selesai pada akhir bulan ini. tentu ini harus didukung oleh sistem lain dan regulasi. saya akan buat regulasi terkait tarif pemotongan dengan lihat pasar dan layanan antar jemput,” ungkapnya.
Eko menceritakan alur layanan RPU ini, ayam masuk digantung untuk persiapan potong. Usai dipotong, dilakukan pembersihan bulu dan masuk dalam blass freezer guna mendinginkan dalam waktu 4 jam.
Setelah itu, ada ruang penyimpanan yakni cold storage yang berkapasitas sekitar 3 ton, bisa disimpan sampai satu tahun.
Baca Juga: Peran Mikrobiota Usus: Kunci Kesehatan Tersembunyi dari Saluran Pencernaan
Anggaran Rp 2 M itu juga untuk pengadaan alat-alat pendukung rumah potong unggas. Seperti conveyor, pencabut bulu, pembersihan unggas dan cold storage. Selain itu, juga jenset untuk backup listrik, sehingga nantinya alat dipastikan lengkap.
“Kami pastikan, setelah bangunan dan alat RPU ini sudah lengkap. Bisa secepatnya beroperasi. Mungkin awal belum pakai tarif, untuk menarik minat masyarakat dan perkenalan atau promo. Harapanny bisa menyumbang PAD, Selain itu meningkatkan pelayanan masyarakat,” pungkasnya. (jar/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila