BLITAR - CALON bupati Rini Syarifah menunjukkan antusiasmenya untuk mengikuti gelaran debat ketiga.
Sebab, gagasan dan program pasangan calon (paslon) harus disampaikan kepada masyarakat. Selain itu, visi misi juga menjadi salah satu landasan pembangunan daerah lima tahun yang akan datang.
“Kami sangat menginginkan (debat ketiga, Red). Karena kami ingin sampaikan visi misi dan program kerja kami apa saja dan harus disampaikan kepada masyarakat,” kata Rini.
Nantinya, sambung dia, visi misi akan dituangkan dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD).
Berikutnya, visi misi juga akan dibawa dalam forum musyawarah perencanaan dan pembangunan (musrenbang).
Tujuannya agar ada sinkronisasi program atau kegiatan yang masuk dalam sistem informasi pemerintah daerah (SIPD).
“Kalau tidak disiapkan dan disampaikan visi misi ini, (tidak tahu, Red) mau dibawa ke mana arah pembanguanan lima tahun ke depan,” terangnya.
Dia juga mengaku telah melakukan evaluasi pascadebat kedua. Kini sedang disiapkan tim serta liaison officer (LO) alias penghubung yang andal untuk menyambut debat berikutnya.
“Sesuai dengan PKPU, ada beberapa yang harus sama-sama ditaati. Kami akan perhatikan betul dan pelajari kronologi deadlock (debat kedua, Red),” katanya.
Sementara itu, ketua tim kampanye paslon 01 Rijanto-Beky Herdihansah (Rizky), Supriadi, mengaku siap melanjutkan debat ketiga. Pihaknya juga tidak masalah dengan aturan-aturan tambahan yang nanti disepakati bersama paslon lain.
“Pada debat ketiga nanti, kami serahkan sepenuhnya kepada penyelenggara. Diadakan atau tidak, monggo,” katanya.
Jika nanti debat ketiga digelar, Supriadi berharap penyelenggara bisa bersikap adil. Begitu juga terkait dengan jumlah pendukung yang nanti mengikuti debat tersebut.
“Kalau memang tidak ada pengerahan massa, kami siap mematuhi peraturan. Aturan dari penyelenggara harus sama-sama ditaati. Jadi, kami akan ikuti aturan yang berlaku,” tegasnya.
Menurut dia, Rizky siap mengikuti apa pun alur dan metode dalam debat ketiga. Tidak terkecuali jika nanti disepakati boleh membawa dokumen atau data penunjang dalam debat publik tersebut.
“Mau saling membawa dokumen, monggo. Tidak membawa juga monggo. Kalau dari kami, apa pun aturannya akan kami siap patuhi,” pungkasnya. (hai/c1/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila