BLITAR - Anggota hadrah Sabilu Taubah, Muhamad Syahrul Asari atau yang dikenal dengan sapaan Badol ini membuat video vlog ngobrol santai dengan Gus Iqdam melalui kanal YouTube nya yakni BADOL TV.
Dilansir video YouTube BADOL TV yang diunggah pada Minggu (20/10/2024), Badol berkumpul bersama Gus Iqdam serta anggota hadrah Sabilu Taubah lain untuk berbincang ringan.
Dalam video tersebut, Gus Iqdam menyampaikan bahwa dirinya serta anggota hadrah Sabilu Taubah berada di Kabupaten Malang untuk mengisi pengajian di wilayah Kepanjen dan Gondanglegi.
Gus Iqdam, Badol, dan beberapa anggota hadrah Sabilu Taubah tampak duduk santai sambil minum kopi menikmati suasana di balkon penginapan yang mereka tempati.
Di perbincangan ringan itu, Badol mengajukan beberapa pertanyaan mengenai majelis Sabilu Taubah yang didirikan oleh Gus Iqdam mulai awal mula berdiri hingga faktor yang membuat majelis Sabilu Taubah mengalami perkembangan pesat.
Gus Iqdam menyampaikan tiga faktor yang membuat Sabilu Taubah dapat berkembang dan bertahan hingga sekarang. Ketiga faktor tersebut yakni istiqomah, membahagiakan para alim dan ulama, serta menjaga kerukunan.
"ST bisa sampai saat ini, yang pertama berkat keistiqomahan. Kedua gimana kita selalu membahagiakan para sepuh, para alim, para ulama melalui kegiatan kita. Lalu kunci dari semuanya itu rukun, yang membuat kita tetap bertahan," ujar Gus Iqdam.
Gus Iqdam menambahkan, awal berdiri majelis ST pada tahun 2018 itu dimulai sekitar tujuh orang dengan hanya kegiatan mengaji. Hadrah Sabilu Taubah baru berdiri di tahun 2020.
"ST berdirinya tahun 2018 dimulai dari kurang lebih 7 orang. Belum ada hadrahnya jadi cuma ngaji, baca kitab dikit-dikit. Lambat laun akhirnya ada hadrah itu tahun 2020 setelah COVID-19," katanya.
Gus Iqdam sempat ingin membubarkan majelis Sabilu Taubah karena merasa tidak sanggup dengan jamaah majelisnya yang kebanyakan orang-orang nakal.
Namun, sang ibu berhasil menguatkan Gus Iqdam untuk terus bersabar dalam menjalankan majelis Sabilu Taubah. Kesabaran tersebut menuai hasil dimana majelis asuhan Gus Iqdam diterima di kalangan masyarakat dan menggaet ribuan jamaah.
"Masalah majelis itu salah satu penguat saya itu ya ibu. Dulu jamaah kebanyakan orang-orang nakal, preman gitu, aku sering kepikiran mau membubarkan. Tapi Ibu bilang ke saya untuk terus sabar," ungkap Gus Iqdam.
Gus Iqdam menjelaskan penamaan Sabilu Taubah dalam majelisnya ini memiliki arti jalan taubat. Dia berharap majelis Sabilu Taubah yang didirikannya ini dapat menjadi perantara orang-orang untuk dapat kembali jalan yang benar.
"Dinamakan Sabilu Taubah, jalan menuju taubat dengan harapan orang-orang yang putus asa, yang bingung, dapat datang ke sana mendapatkan jalan taubat, tentunya untuk semakin lebih baik," pungkasnya.
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila