BLITAR - Pendakwah muda asal Blitar, Jawa Timur, Gus Iqdam menjadi gandrungan berbagai kalangan masyarakat, mulai kalangan muda hingga kalangan tua di seluruh wilayah Indonesia.
Muhammad Iqdam Kholid atau yang dikenal dengan panggilan Gus Iqdam ini mendirikan majelis Sabilu Taubah yang mempunyai arti jalan taubat. Lokasi Sabilu Taubah sendiri berada di Desa Karanggayam, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar.
Majelis Sabilu Taubah memiliki kegiatan pengajian rutin di tiap hari Senin dan Kamis. Pengajian majelis yang didirikan Gus Iqdam ini selalu ramai didatangi ribuan jamaah baik lokal maupun luar daerah.
Nama Gus Iqdam yang semakin dikenal di kalangan masyarakat membuat banyak orang ingin menghadiri pengajian miliknya untuk mengaji, sholawatan, serta memohon berkah.
Di usianya yang terbilang muda, kesuksesan yang diraih Gus Iqdam dalam menarik minat ribuan jamaah untuk datang ke pengajiannya tak lepas dari karomah atau kemuliaan yang diberikan Allah SWT.
Gus Iqdam melalui perjuangan yang panjang dan tak mudah dalam mendapatkan karomah ini. Perjuangan tersebut dimulai ketika masuk Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Falah Ploso yang ada di Kediri.
Ternyata masuk ke ponpes bukan keinginan Gus Iqdam untuk mengemban ilmu. Melainkan dia terpaksa melakukannya karena ayahnya menjanjikannya sepeda motor dan mobil yang dia inginkan.
Tentunya Gus Iqdam merasakan ketidaknyamanan dalam aktivitas sehari-harinya sebagai santri karena sedari awal dia tidak berniat untuk masuk ponpes. Selama tiga tahun, pria usia 31 tahun tidak pernah betah di ponpes.
Hal tersebut kemudian berubah saat KH Munif Djazuli (Mbah Yai Munif) meninggal dunia. Gus Iqdam merasa bersalah dan menyesal karena belum pernah mengunjungi gurunya. Dia takut tidak mendapatkan keberkahan di ponpes.
Gus Iqdam pun menceritakan perasaanya kepada Gus Dalhar, kakaknya. Dia diberi nasehat oleh sang kakak untuk bersilahturahmi kepada anak-anak Mbah Yai Munif supaya tetap mendapatkan keberkahan.
Dari situlah, Gus Iqdam mulai berubah. Tujuannya masuk ponpes tak lagi untuk mendapatkan hadiah dari sang ayah, namun dia ingin menjadi orang yang bermanfaat dan mendapat keberkahan dari Allah SWT.
Adapun karomah yang diterima Gus Iqdam ini melalui silsilah ibunya yakni kakeknya, KH Zubaidi Abdul Ghofur atau Mbah Yai Bad yang merupakan waliyullah.
KH Zubaidi Abdul Ghofur merupakan pendiri Pondok Pesantren Mambaul Hikam yang berada di Desa Mantenan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar.
Kakek Gus Iqdam ini dikenal sebagai ulama ternama yang memiliki peran penting dalam pendidikan dan perkembangan Islam di wilayah Blitar.
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila