BLITAR - Di tahun 2024, tak banyak veteran Republik Indonesia (RI) yang masih hidup mengingat usia mereka mencapai hampir satu abad. Namun, salah satu veteran RI asal Blitar yakni Soekardi ini masih hidup sampai saat ini.
Dilansir dari YouTube Album Sejarah Indonesia, komunitas sejarah ini menjumpai Soekardi di kediamannya yang berada di Kelurahan Sananwetan, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar.
Dalam sesi kunjungan pada 13 Juli 2024 itu, tim Album Sejarah Indonesia bersama Mohamad Hardita Magdi, Anggota Komisi II DPRD Kota Blitar, menghimpun informasi mengenai kisah Soekardi dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Soekardi menceritakan awal keterlibatannya dalam perjuangan melawan penjajah. Pria usia 87 tahun itu mendaftar ke Badan Koreksi di Kediri karena perintah Ir. Soekarno dan Ahmad Yani. Saat itu, terdapat satu kompi yang berisi 133 pejuang asal Blitar termasuk dirinya.
Soekardi mengungkapkan, dia ikut serta sebagai pejuang kemerdekaan pada usia 20 tahun. Di usia mudanya, pelatihan perang yang dijalani Soekardi terasa cukup berat. Apalagi dia ditugaskan di barisan depan KOPASUS dengan membawa senjata L.E (Lee Enfield).
Soekardi sendiri bergabung dengan pasukan militer Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) dengan Zipur (Batalyon Zeni Tempur) Angkatan Darat. Dia bertugas membantu membersihkan landasan kapal terbang dan membuat jalan Tembusan di tahun 1962.
Soekardi kemudian ditugaskan di Ambon dan Maluku Tenggara. Dia menjadi relawan Operasi Militer Tri Komando Rakyat (TRIKORA) di Irian Barat atau yang sekarang bernama Papua pada tahun 1961-1963.
Tugas Soekardi berlanjut di daerah Letvuan, Kecamatan Hoat Sorbay, Maluku Tenggara, Maluku. Veteran RI asal Blitar ini tinggal di sana sekitar delapan bulan bersama dengan suku Dayak.
Usai tugasnya selesai, Soekardi mendapat sambutan dari kepolisian dan masyarakat sekitar ketika pulang ke Blitar. Dia ramai disambut oleh masyarakat Blitar dengan menyalakan obor di tiap pintu rumah.
Adapun Soekardi mendapatkan penghargaan dari Ir. Soekarno selaku Presiden Indonesia saat itu atas jasanya sebagai relawan Operasi Militer TRIKORA. Dia menerima penghargaan tersebut di Surabaya saat pulang dari Papua.
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila