BLITAR - Beragam prestasi dan penghargaan kembali diraih Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar.
Terbaru, Bumi Penataran mendapatkan apresiasi dan penghargaan sebagai daerah penghasil telur terbesar di Jawa Timur dari Tribun Network.
Penghargaan dalam bidang ketahanan pangan tersebut diserahkan Pemred Harian Surya, Tri Mulyono, kepada Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Blitar M Krisna Triatmanto, mewakili Pjs Bupati Blitar Jumadi yang berhalangan hadir.
Mantan kepala dinas lingkungan hidup (DLH) ini didampingi Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Eko Susanto, dan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Toha Mashuri dalam rangkaian Surya Award tersebut.
Di sela-sela kegiatan tersebut, Krisna mengatakan bahwa penghargaan ini merupakan apresiasi atas kinerja masyarakat Kabupaten Blitar.
Tidak hanya sebagai penghasil produksi telur terbesar di Jawa Timur, tapi juga menjadi penyumbang komoditas telur nasional.
“Ini menjadi motivasi bagi Pemkab Blitar untuk mengembangkan produksi telur, serta meningkatkan kompetensi para peternak telur di Kabupaten Blitar,” katanya.
Menurut dia, perlu adanya dukungan pemerintah untuk mewujudkan hal tersebut. Bukan semata memenuhi kebutuhan pasar telur nasional, melainkan juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bumi Penataran, khususnya di lingkungan peternakan.
“Selama ini Pemkab Blitar sangat aktif dalam memfasilitasi kebutuhan pakan dan bekerja sama dengan kementerian pertanian, badan pangan nasional, dan beberapa daerah penghasil jagung. Itu untuk memastikan ketersediaan pasokan pakan ternak, karena produksi jagung lokal tidak cukup,” jelasnya.
Selain membantu pemenuhan kebutuhan pakan, pemkab juga ambil bagian dalam pemasaran produk. Membangun kerja sama dengan beberapa daerah untuk menyuplai kebutuhan telur daerah tersebut.
Tercatat 141.027,4 ton telur diproduksi oleh para peternak ayam di Bumi Penataran sepanjang 2023. Itu sekitar 30 persen untuk kebutuhan pasar nasional.
Jumlah itu jauh lebih besar jika dibandingkan produksi daging ayam tahun 2023 sejumlah 5.261,74 ton.
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar, Eko Susanto, pernah mengatakan bahwa swasembada pangan menjadi salah satu program prioritas nasional. Program swasembada pangan berkaitan dengan sektor pertanian dan peternakan.
"Di sektor peternakan ini yang terus kami lakukan mapping dulu, berapa populasi dan produksi hasil peternakan di Kabupaten Blitar, baik di tingkat lokal maupun nasional," katanya, kepada awak media.
Secara nasional, kebutuhan daging di Indonesia masih kurang 40 persen, sedangkan kebutuhan susu kurang sekitar satu juta ekor sapi.
Karena itu, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar bersinergi dengan pemerintah pusat dan provinsi untuk mengadakan pendampingan dan pelatihan agar populasi dan produksi peternakan meningkat. (hai/c1/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila