Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Misteri Arca Warak di Desa Modangan Blitar, Jejak Peninggalan Kerajaan Singasari yang Terungkap dari Zaman Penjajahan

Didin Cahya Firmansyah • Rabu, 20 November 2024 | 22:00 WIB
MISTERI: Situs Arca Warak di Desa Modangan, Kecamatan Nglegok, dulu diperkirakan sebagai tempat petirtaan.
MISTERI: Situs Arca Warak di Desa Modangan, Kecamatan Nglegok, dulu diperkirakan sebagai tempat petirtaan.

BLITAR - Situs bersejarah menjadi aset penting suatu daerah dan perlu dirawat dengan baik.

Sebab, itu menjadi suatu tanda bahwa ada jejak eksistensi kerajaan yang pernah mendiami daerah tersebut. Termasuk situs Arca Warak di Desa Modangan, Kecamatan Nglegok.

Beberapa batu yang tampak tak teratur dan beberapa patung yang berdiri di bawah rindangnya pohon bambu itu terdapat situs Arca Warak.

Benda tersebut menjadi salah satu destinasi wisata bersejarah yang ada di Kabupaten Blitar.

Situs Arca Warak merupakan peninggalan kerajaan terdahulu yang masih terjaga dengan baik di Desa Modangan, Kecamatan Nglegok.

Belum diketahui secara pasti tahun berapa situs di desa setempat ini pertama kali berdiri. Namun dari pahatannya merupakan ciri khas Kerajaan Singasari.

“Belum terindentifikasi, karena di sini (situs Arca Warak, Red) tidak tertulis tahunnya,” ujar  juru pelihara situs, Achmad Zulianto, Selasa (19/11/2024).

Anto, sapaan akrabnya, mengaku usia situs ini diperkirakan lebih tua dan lebih dulu ada sebelum Kerajaan Majapahit. Artinya dibilang lebih tua dari Candi Penataran.

Situs Arca Warak ini terdiri dari berbagai komponen. Ada yang masih utuh maupun sudah terpisah serta terpendam.

Beberapa arca yang masih utuh adalah Arca Warak berbentuk gajah. Arca ini memiliki bentuk memanjang dengan terdapat saluran air di punggung sampai kepalanya.

Selain itu, ada Arca Dwarapala yang memiliki ukuran terbesar dengan tinggi sekitar 2 meter. Arca ini berbentuk seorang perempuan membawa senjata gada dengan posisi duduk.

Baca Juga: Kisah Inspiratif Aiptu Anang Riza, Polisi Dedikatif yang Sukses Raup Rp 5 Juta per Bulan dari Bisnis Ternak Koi

Di lokasi sama, juga masih ada jambangan dan jaladwara yang konon digunakan sebagai tempat saluran air. “Beberapa arca ada yang sudah tidak utuh lagi. Dua arca, kepalanya sudah tidak ada,” katanya.

Jika diamati saksama, situs Arca Warak digunakan sebagai tempat patirtaan pada zamannya. Itu dilihat dari lokasinya yang berada di dekat sungai dan terdapat sumber mata air tepat di depan situs di Modangan, Nglegok, ini.

Namun sekarang tempat itu difungsikan sebagai pedanyangan oleh warga sekitar. “Jika ada yang punya hajat dan apa pun itu, biasanya ke sini dulu,” tandasnya.

Dia menceritakan, situs ini sebenarnya sudah ditemukan pada zaman penjajahan, namun pada saat itu tidak dilakukan evakuasi dan dibiarkan begitu saja.

Hingga tahun 1972, situs ini mulai mendapatkankan perhatian pertama kalinya. Di tahun tersebut mulai diadakan perawatan lebih lanjut hingga sekarang.

“Sebenarnya mbah-mbah dulu tahu kalau ini situs bersejarah, tapi karena waktu itu zaman penjajahan, jadi ya dibiarkan. Memang tahun 1972 dievakuasi, tapi masih dari desa, belum dari pemerintah,”  tandasnya.

Tahun 1977, situs Arca Warak ini resmi berada di bawah naungan dan dikelola Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Blitar.

Dimungkinan, kata dia, dengan adanya situs Arca warak ini, Desa Modangan dulunya merupakan tempat ramai.

“Dari beberapa temuan benda bersejarah saat penggalian tanah di sejumlah rumah saat melakukan pembangunan rumah,” ungkapnya.

Benda tersebut selalu ditemukan pada kedalaman 1 sampai 2 meter. Saat gali buat fondasi rumah selalu ditemukan benda-benda bersejarah.

Dia percaya jika sebenarnya masih ada beberapa peninggalan yang terkubur, namun hingga kini belum pernah dilakukan penggalian lebih lanjut. (*/c1/din)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#Kabupaten Blitar #ARCA WARAK #wisata bersejarah