Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Pelatihan Ekonomi untuk Perempuan Kepala Keluarga di Blitar Minim Peminat, Ini Faktor Utamanya

Muhamad Ilham Baha’udin • Kamis, 21 November 2024 | 19:30 WIB
Kaum perempuan di Bumi Bung Karno terpaksa menyandang status perempuan kepala keluarga (Pekka).
Kaum perempuan di Bumi Bung Karno terpaksa menyandang status perempuan kepala keluarga (Pekka).

BLITAR – Hampir dua tahun berjalan, kelas pelatihan untuk perempuan kepala keluarga (Pekka) sepi peminat. Dari ribuan Pekka baru di Bumi Bung Karno, hanya puluhan yang aktif mengikuti kelas.

Kabid Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Blitar, Endang Sulistyaningsih mengungkapkan, tujuan pelatihan tersebut untuk meningkatkan ekonomi Pekka. Jenis pelatihan yang diberikan bervariasi dan bisa diterapkan oleh mereka.

“Pelatihan terbaru yang kami berikan adalah pelatihan hidroponik dan makanan olahan. Di tahun ini baru ada dua kelas dengan jumlah 60 peserta, tahun sebelumya hanya satu kelas dengan 30 peserta,” ungkapnya, Rabu (20/11).

Angka tersebut tentu masih sangat minim jika dibandingkan total Pekka yang ada di Kota Blitar.

Berdasarkan data hingga pertengahan tahun ini, jumlah Pekka mencapai 12.714 jiwa yang terbagi di tiga kecamatan.

Menurut dia, minimnya peminat ini disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya karena kesibukan lain maupun kurangnya informasi yang didapat. Kebanyakan Pekka memiliki usaha skala kecil untuk menyambung hidup.

“Memang yang berminat dan sesuai kriteria sangat terbatas. Kalau mereka mengikuti pelatihan ini, sangat banyak manfaat yang bisa diperoleh untuk mengembangkan usaha yang dilakoni. Bahkan, beberapa hasil pelatihan Pekka diapresiasi oleh bakorwil menjadi contoh kemasan produk,” tandasnya.

Agar pelatihan ini bisa mengakomodasi seluruh pekka yang ada di Kota Blitar, maka perlu sinergitas dari kelurahan.

Sebab, dari situ bisa dipetakan perempuan yang masuk kriteria program Sekolah Perempuan Capai Impian dan Cita-Cita (Sekoper) sehingga bisa lebih optimal.

“Iya, harapan kami bisa dikembangkan di masing-masing kelurahan, bisa didata berapa jumlah Pekka, korban KDRT, hingga nikah dini yang bisa masuk siswa Sekoper. Harapan kami, semoga dengan pelatihan ini kehidupan mereka lebih baik lagi,” pungkasnya. (ham/c1/sub)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#Pekka #kelas pelatihan #DP3 AP2 KB #Kota Blitar