Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Momen Hari Guru, Pentingnya Komunikasi Harmonis Antara Guru dan Wali Murid untuk Hindari Kesalahpahaman

M. Subchan Abdullah • Senin, 25 November 2024 | 17:47 WIB
Ilustrasi guru mengajar murid di kelas
Ilustrasi guru mengajar murid di kelas

BLITAR - Fenomena guru yang dilaporkan oleh wali murid karena dugaan kekerasan terhadap murid menjadi isu hangat belakangan ini.

Salah satu kasus viral yang menjadi perhatian nasional adalah kasus dugaan kekerasan yang menyeret Supriyani, guru SD negeri di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.

Kasus tersebut menyita perhatian khalayak lantaran ibu guru berstatus honorer itu dituduh memukul salah satu murid di SD tempatnya mengajar.

Sang guru lantas dilaporkan oleh orang tua tersebut ke polisi hingga kasusnya masuk meja hijau persidangan. Kasus itu memantik kepedulian sebagian besar masyarakat dan meminta guru Supriani dibebaskan.

Kasus yang menyeret guru Supriani tersebut turut menjadi perhatian anggota DPRD Kota Blitar dari komisi 1. Dia menyayangkan peristiwa itu karena hingga masuk pengadilan.

"Harapannya, jangan sampai kasus serupa terjadi di Blita, khususnya di Kota Blitar. Belajar dari peristiwa itu, sebenarnya kuncinya adalah komunikasi," kata Ketua Komisi 1 DPRD Kota Blitar Agus Zunaedi, Minggu (24/11).

Menurut Agus, harus ada komunikasi dan kerja sama antar guru, wali murid, dan murid. Komunikasi tersebut bertujuan untuk menjaga kesalahpahaman dan hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

"Misalnya, anak atau siswa yang di-bully, hingga guru yang dilaporkan dan sebagainya," jelasnya.

Komunikasi yang baik antara guru dan wali murid haruslah dilakukan dan dijaga. Antara guru dan wali murid harus saling memahami tugas dan kewajiban.

"Terpenting harus saling terbuka. Komunikasi yang baik dan memberikan informasi tentang kegiatan di sekolah, terlebih yang menyangkut para siswa," terangnya.

Apabila terjadi suatu hal di sekolah, guru harus memberi tahu wali murid. Terlebih yang melibatkan para siswa. Dengan begitu, wali murid menjadi tahu dan tidak menimbulkan dugaan-dugaan.

Komunikasi yang dilakukan tidak sekadar masalah yang dialami para siswa di sekolah, tetapi juga perihal biaya-biaya di luar urusan pendidikan yang dibebankan pada siswa.

"Sekarang ini sekolah negeri di Kota Blitar kan gratis. Ketika ada biaya-biaya yang dibebankan pada siswa ya wajib dikomunikasikan dulu dengan wali murid. Entah untuk biaya rekreasi atau wisuda," ujarnya.

Terpenting, dalam pendidikan, seorang guru harus menjadi teladan yang baik bagi muridnya. Tidak sekadar memberikan materi pembelajaran, tetapi juga memberi contoh dan mendidik dengan baik.

"Pun dengan siswa juga wajib menghormati guru. Bagaimana jasa guru sangat mulia karena ikut mencerdaskan anak bangsa ini," tandasnya. (sub/c1/din)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#jaga komunikasi #guru #wali murid #Kota Blitar