BLITAR — Dalam waktu dekat, Bumi Bung Karno akan memiliki tempat outbound yang juga berfungsi sebagai cagar budaya.
Lokasi ini terletak di Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, dan diharapkan menjadi salah satu destinasi wisata baru yang menarik bagi masyarakat.
Berdasarkan pantauan Koran ini, jembatan yag menghubungkan area depan dengan bagian belakang telah mulai nampak wujudnya.
Jembatan dengan panjang sekitar 50 meter tersebut mulai berdiri kokoh hanya kurang di bagian sayap kanan dan kirinya.
Wakil Wali Kota Blitar, Tjutjuk Sunario, mengungkapkan bahwa kontrak tahap pertama pembangunan Outbound Gedog dijadwalkan selesai pada 29 Desember 2023.
Namun, meminta agar pekerjaan fisik dan administrasi proyek dapat rampung lebih awal.
“Kami minta pemborong menyelesaikan fisik dan administrasinya pada minggu pertama Desember. Hal ini untuk menghindari masalah administrasi karena tahun anggaran akan segera berakhir. Kasihan pemborongnya kalau ini terjadi,” ungkapnya seusai pengecekan progres pembangunan beberapa waktu lalu.
Menurut dia, meski tidak ada kendala besar, proses pelelangan proyek sempat berjalan lambat akibat tahapan administratif yang tidak bisa dilewati.
Hingga kini, progres pembangunan telah mencapai sekitar 40 persen.
“Tahap pertama pembangunan Taman Gedog mencakup pengerjaan jembatan dan bagian depan taman. Sementara itu, beberapa bagian lainnya belum dikerjakan. Kami minta pekerjaan fisik bisa rampung pada 15 Desember, lebih awal dari kontrak yang berakhir pada 29 Desember, agar administrasi tidak terhambat,” tegasnya.
Proyek ini awalnya dirancang sebagai Taman Jingkrak, namun kini berubah konsep menjadi Outbound Gedog.
Salah satu rencana utama adalah memindahkan berbagai jenis hewan termasuk rusa dari Kebon Rojo untuk ditangkarkan di lokasi ini.
Selain penangkaran hewan, kawasan ini akan dilengkapi fasilitas outbound dan area camping ground untuk masyarakat.
“Tahap pertama diharpakan rampung pada akhir tahun. Sebab, proses tender perlu beberapa tahapan yang sangat penting untuk memastikan proyek berjalan sesuai jadwal. Jika tender terlambat, akan berdampak pada penyelesaian fisik dan administrasi proyek,” tandasnya.
Outbound Gedog, lanjut dia, diharapkan menjadi ruang rekreasi yang tidak hanya mendukung kegiatan wisata, tetapi juga edukasi dan pelestarian lingkungan.
Dengan perencanaan matang dan dukungan dari berbagai pihak, proyek ini diyakini akan membawa manfaat besar bagi masyarakat Blitar. (ham/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila