BLITAR – Petugas Bendungan Jegu atau Wlingi raya menemukan mayat laki-laki yang mengapung di dekat pintu air Sabtu (30/11).
Diduga jenazah warga Kabupaten Malang tersebut sudah meninggal dunia sejak 3 hari yang lalu.
Pria yang diketahui Bernama Wawan Efendi ini sebelumnya sempat dikabarkan hilang terbawa arus Sungai Brantas.
Petugas bendungan saat itu melakukan rutinitas dengan membersihkan ranting kayu di sebelah pintu air.
lalu melihat barang tidak biasa di tengah sampah dan tanaman enceng gondok, ternyata setelah didekati adalah mayat laki-laki terlentang, memakai kaos lengan panjang dan celana warna biru. Jenazah juga terlihat memakai sepatu boot hitam di kakinya.
“Memang benar telah terjadi penemuan mayat yang ditemukan Sabtu pukul 07.30 WIB. Mayat ini tiga hari lalu dikabarkan hanyut dari Sungai Brantas. Setelah ditelusuri, mayat ini bernama Wawan Efendi, warga Desa Kalirejo, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang,” ujar Kapolsek Lodoyo Timur AKP Nur Wasis.
Jenazah yang sebelumnya ditemukan tanpa identitas, kemudian petugas bendungan melaporkan hal ini ke Polsek Lodoyo Timur.
Polisi bersama petugas BPBD Kabupaten Blitar mengangkat jenazah tersebut ke daratan untuk dilakukan identifikasi.
Wasis menyebut kondisi mayat sudah membusuk dan tubuhnya bengkak, dari kondisi itu diperkirakan telah 3 hari terapung dan meninggal dunia. Meskipun begitu tubuhnya masih dapat dikenali, petugas memberitahu pihak Polsek Kalipare.
“Ketika Polsek Kalipare datang, melihat jenazah laki-laki itu dan menyatakan bahwa itu warganya yang bernama Wawan Efendi, warga Kabupaten Malang. Mereka mengenali pakaian dan ciri-ciri rambutnya,” ungkapnya.
Wawan dikabarkan hilang setelah berpamitan mencari rumput di dekat Sungai Brantas pada Kamis 28 November lalu.
Namun hingga beberapa hari tidak ada kabar kepulangan, dan keluarga melaporkan ke Polsek Kalipare untuk dilakukan pencarian.
Laki-laki 40 tahun ini baru diketahui ternyata sudah dalam kondisi meninggal dunia. Diduga korban terpeleset saat sedang mencari rumput. Mayat langsung dibawa keluarganya untuk segera dimakamkan. (jar/ady)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila