Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Nestapa 2 Warga Sambigede yang Kini Tak Punya Hunian karena Banjir Setinggi Dua Meter, Harta Benda dan Rumah Hanyut

Fajar Rahmad Ali Wardana • Senin, 2 Desember 2024 | 18:00 WIB
SEBATANGKARA: Sumilah mengungsi di rumah tetangga karena tempat tinggalnya roboh diterjang banjir bandang.
SEBATANGKARA: Sumilah mengungsi di rumah tetangga karena tempat tinggalnya roboh diterjang banjir bandang.

BLITAR - Banjir bandang yang terjadi di Desa Sambigede, Kecamatan Binangun, membuat dua keluarga kehilangan tempat tinggal.

Barang dan perabotan mereka hanyut terbawa derasnya arus air. Dua keluarga terpaksa mengungsi sembari berharap ada bantuan dari pemerintah.

Sumilah menangis histeris saat keponakannya datang menjenguknya di tempat pengungsian sekaligus dapur umur di rumah salah satu warga Desa Sambigede (1/12/20124).

Nenek ini terpaksa mengungsi usai rumahnya roboh tersapu banjir pada Sabtu (30/11/2024).

Sambil menangis, perempuan 70 tahun ini mengadu bahwa harta bendanya telah habis ikut hanyut terbawa banjir bandang.

"Harta habis semua, uang, baju di lemari, perkakas dapur ikut hanyut terbawa banjir. Rumah tinggal fondasi. Saya tidak punya apa-apa sekarang, alhamdulilah masih ada saudara yang menjenguk,” kata Sumilah, tersedu-sedu.

Sumilah merupakan satu dari puluhan warga di Desa Sambigede yang terdampak bencana banjir bandang.

Rumah peninggalan orang tua yang ditempatinya roboh diterjang banjir yang datang membawa lumpur, kayu, dan sampah. Semua harta benda milik Sumilah yang disimpan di rumah juga ikut hanyu terbawa banjir.

Perhiasan emas 23 gram, uang tunai Rp 13 juta, perkakas dapur, baju, dan lemari milik Sumilah yang disimpan di rumah tidak tersisa. Perhiasan emas dan uang tunai itu merupakan tabungan selama bekerja di Kota Surabaya.

"Perhiasan emas dan uang saya simpan di lemari. Lalu, ada uang Rp 2 juta yang biasanya buat belanja kebutuhan, saya selipkan di bawah tikar. Semua habis terbawa banjir. Saya tidak sempat menyelamatkannya, karena saya sendiri juga diselamatkan orang lain,” ungkapnya.

Sumilah tinggal sebatang kara semenjak suami meninggal puluhan tahun yang lalu. Dia pernah menikah lagi namun akhirnya berpisah.

Baca Juga: Kejar Target Akhir Tahun, Realisasi Anggaran Kabupaten Blitar Capai 72 Persen per November

Sayangnya, dia tidak mempunyai keturunan dalam pernikahan tersebut. Hal itu menambah iba tetangga sekitar rumahnya. Kepala desa hingga warga sekitar sering mengirimkan bantuan materi.

Saat banjir mulai datang, Sumilah sedang berpegangan di tiang rumahnya karena takut dengan petir. Saat itu, dia mendengar suara gedoran pintu.

Rupanya itu adalah ulah tetangganya yang berniat membawa lansia ini pergi dari rumah karena debit air kian meninggi.

"Saya disusul ke rumah, lalu dibawa ke rumah warga yang aman dari banjir. Bahkan ketika saya dibopong oleh warga, sempat terjatuh hingga tangan saya lecet. Karena saya jalan sudah susah akibat lutut sakit dan penglihatan saya yang sudah tidak jelas,” tutur Sumilah.

Sumilah tidak mungkin menempati rumahnya yang sudah roboh. Sebab, lokasi tersebut tentu rawan terdampak banjir lagi.

Dia berharap ada uluran tangan dari pemerintah desa atau kabupaten untuk mencarikannya tempat tinggal.

Rumah roboh terdampak banjir juga dialami Atis, warga Desa Sambigede. Di tempat tinggalnya, ketinggian air mencapai 2 meter.

Barang-barang di dalam rumah juga hanyut terbawa banjir karena  arus air yang deras. Bencana ini terjadi sekitar pukul 19.00 malam setelah hujan terus-menerus di daerahnya.

Atis menceritakan, malam itu tiba-tiba ada air deras dan kencang dari arah belakang rumahnya. Air tersebut merupakan luapan air sungai yang tak jauh dari rumah.

Seluruh anggota keluarganya   langsung berlari menyelamatkan diri ke rumah warga yang lokasinya lebih tinggi.

“Saking derasnya air, saya tidak sempat menyelamatkan harta benda dan surat penting. Sehingga semua terbawa banjir,” terangnya.

Bahkan,  minggu pagi, rumah yang ditempati keluarga Atis terpantau sudah rata dengan tanah. Dia mengharapkan bantuan dari pemerintah.

Karena keluarganya saat ini sudah tidak memiliki harta benda dan terpaksa harus mengungsi ke rumah saudaranya. (*/c1/hai)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#banjir bandang #Kecamatan Binangun #kehilangan tempat tinggal