Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Banjir dan Longsor di Kabupaten Blitar Ganggu Jalur Kereta Api, Tujuh Perjalanan KA Alami Keterlambatan

Fajar Rahmad Ali Wardana • Senin, 2 Desember 2024 | 19:00 WIB
EVAKUASI : Petugas KAI melakukan pembersihan material banjir dan longsor untuk menormalisasi jalur kereta api, kemarin (1/12).
EVAKUASI : Petugas KAI melakukan pembersihan material banjir dan longsor untuk menormalisasi jalur kereta api, kemarin (1/12).

BLITAR - Bencana longsor dan banjir di Kabupaten Blitar juga membuat jalur perlintasan kerata api jebol.

Terdapat tujuh jalur KA yang mengalami keterlambatan keberangkatan.  Petugas KAI kini melakukan pembersihan dan normalisasi.

Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif mengatakan, terdapat gangguan perjalanan KA pada Sabtu di petak jalur KM 93+2/3 pukul 18.45.

Tidak lama kemudian terjadi longsor di KM 87+855 pukul 21.45. Lalu, terjadi longsor lagi pada Minggu (1/12) pukul 07.57 di KM 93+6/7.

“Kami telah mengerahkan lebih dari 60 petugas yang bekerja cepat menormalisasi dan memperbaiki jalur KA rusak akibat longsor tersebut. Sehingga jalur KA dapat dilewati kembali oleh perjalanan Kereta Api,” ujar Luqman.

Dia melanjutkan, akibat adanya musibah longsor ini sebanyak empat rute kerata api jarak jauh mengalami keterlambatan dan dilakukan perubahan pola operasi. Terdiri dari 2 keberangkatan Stasiun Malang dan 2 kedatangan Stasiun Malang.

KA jarak jauh yang keberangkatan dari Stasiun Malang adalah KA 215 Majapahit relasi Malang – Pasar Senen dan KA 153 Malioboro Express relasi Malang - Purwokerto.

Sedangkan KA jarak jauh datang di Stasiun Malang, yakni KA 234 Matarmaja relasi Pasarsenen – Malang dan KA 134 Kertanegara relasi Purwokerto – Malang.

Jalur KA pada petak jalan Pogajih - Kesamben yang sempat tertimbun longsor pada Sabtu (30/11) malam sudah dibersihkan materialnya pada Minggu dini hari.

Sehingga, KA mulai dapat memanfaatkan jalur tersebut pukul 03.05 WIB dengan kecepatan terbatas 5 Km per jam.

“Pada Minggu pagi pukul 07.57 WIB terjadi longsor lagi di KM 93+6/7. Kami mengerahkan maksimal petugas, dan material untuk menormalisasi jalur. Baik itu pembersihan jalur setelah banjir, pembersihan material tanah longsor, serta pengecekan jalur,” ungkapnya.

Saat terdapat gangguan perjalanan KA, Pusat Pengendali Operasi Kereta Api (Pusdalopka) Daop 8 Surabaya langsung menginstruksikan kepada masinis KA yang akan melintasi jalur tersebut untuk berhenti di stasiun terdekat.

Selesai dilakukan pembersihan material, sambung dia, petugas jalan rel jembatan Daop 8 Surabaya melakukan pengecekan kembali jalur KA tersebut. Usai dipastikan aman, jalur dapat dilewati oleh KA dengan kecepatan terbatas.

Terdapat tiga KA yang mengalami keterlambatan dan setelah dinyatakan aman dan melewati jalur tersebut pada Minggu pagi.

Diantaranya, KA Malabar relasi Malang – Bandung,  KA 431 Commuterline Penataran dengan tujuan Blitar dan KA 133 Kertanegara relasi Malang - Purwokerto.

"KAI Daop 8 Surabaya memohon maaf atas keterlambatan perjalanan KA usai jalur tertimbun longsor. Dengan alasan keselamatan, jalur sudah dapat dilewati KA dengan kecepatan terbatas," pungkasnya. (jar/c1/hai)

 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#Kabupaten Blitar #musim hujan #KA terlambat #bencana longsor