Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Pascabanjir Bandang di Desa Sambigede Blitar, Krisis Air Bersih Menghantui Puluhan KK

Fajar Rahmad Ali Wardana • Selasa, 3 Desember 2024 | 19:00 WIB
KOTOR: Warga sedang membersihkan sabo dam yang licin karena lumpur saat banjir bandang melanda Desa Sambigede, Kecamatan Binangun. Kelangkaan air bersih menjadi persoalan baru bagi warga terdampak ban
KOTOR: Warga sedang membersihkan sabo dam yang licin karena lumpur saat banjir bandang melanda Desa Sambigede, Kecamatan Binangun. Kelangkaan air bersih menjadi persoalan baru bagi warga terdampak ban

BLITAR – Warga mulai beraktivitas normal pascabanjir bandang di Desa Sambigede, Kecamatan Binangun. Namun, persoalan air bersih kini menjadi masalah baru bagi puluhan keluarga terdampak bencana.

Pantauan koran ini, puluhan warga masih berusaha mengeringkan barang-barang  rumah, seperti kursi , meja hingga lemari di halaman rumah mereka Senin (2/12).

Jalan sabo dam yang sempat tergenang air sungai juga sudah dibersihkan dan bisa dilewati oleh warga.

“Warga terdampak banjir ini totalnya ada 29 kepala keluarga (KK) dengan jumlah 99 jiwa. Ini yang dibutuhkan warga sembako, matras masih kurang meskipun sudah dibantu BPBD dan juga pakaian,” ujar Kepala Desa Sambigede, Roihan Al Madzhar.

Tidak hanya itu, sambung Roihan, warga juga mengeluhkan kekurangan air bersih karena sumur tercemar kotoran.

Sumber air yang biasanya dimanfaatkan warga terdampak banjir juga bernasib sama. Meskipun, warga sudah kerja bakti membersihkan lumpur dan sampah yang menutup sumber air tersebut.

Dia mengaku, pemerintah desa sudah mengupayakan kebutuhan air bersih itu. BPBD dan PMI Kabupaten Blitar juga turut melakukan dropping ribuan liter air bersih.

“Untuk warga yang rumahnya hanyut masih mengungsi ke tetangga dan saudara. Alat masak semua hanyut sementara kebutuhan makan dibantu dapur umum,” ungkapnya.

Selain BPBD, dua perangkat daerah yang bersangkutan langsung datang meninjau lolasi banjir bandang, Minggu siang lalu.

Yakni Dinas perumahan, kawasan pemukiman dan pertanahan (Perkimtan) dan Dinas Sosial Kabupaten Blitar. Mereka melakukan asesmen dan hal-hal yang dibutuhkam oleh korban. Misalnya, menyediakam logistik untuk kebutuhan makanan.

Kepala Disperkimtan Iwan Dwi Winarno mengatakan bakal mengusulkan dana stimulant. Rencana tersebut akan dibahas di DPRD.

Dia berharap pada Januari 2025 nanti dana rersebut dapat cair. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan kepala desa untuk fasilitasi bantuan itu.

“Dana stimulan untuk korban banjir yang rumahnya roboh Rp 30 juta dalam bentuk uang.  Karena uang cash bisa digunakan secara fleksibel. Untuk beli material dan kebutuhan lainnya,” tutur Iwan di lokasi banjir.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Sosial, Mikael Hankam Indoro menyebut telah melakukan tindak lanjut terhadap bencana banjir ini.

Misalnya, menyiapkan dapur umum pada Sabtu (30/11) malam melalui taruna siaga bencana (Tagana). Mereka juga yang membantu membersihkan material bersama BPBD serta mengevakuasi warga terdampak.

Hankam mengakui bahwa masyarakat masih membutuhkan bantuan makanan. Sebab, dapur umum tersebut hanya bertahan selama 7 hari.

Padahal, banyak lahan sawah yang rusak akibat diterjang banjir secara otomatis perpengarug pada kebutuhan dapur warga terdampak.

“Bagi warga yang rumahnya hanyut dan roboh, kami sudah mendirikan tenda darurat atau posko untuk mereka, yakni di Dusun Sambigede dan Dusun Paldoyong. Minimal barang-barang mereka bisa terlindungi,” jelasnya.

Sedangkan untuk tempat tinggal, mereka sudah dibantu kepala desa dan tetangga yang bersedia menampung mereka sementara waktu. Menurutnya, bencana paling parah di Bumi Penataran memang di Desa Sambigede ini.

“Bantuan lain yang akan disalurkan, kami masih menunggu pimpinan. Kondisi kedaruratan dulu yang kami diprioritaskan,”tandasnya. (jar/hai)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#Desa Sambigede #Kabupaten Blitar #banjir bandang #kekurangan air bersih