KABUPATEN BLITAR – Hingga hari ketiga, upaya pencarian Mokit (61), warga Dusun Sukowinangun, Desa Tuliskriyo, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, yang dilaporkan terseret arus Sungai Brantas, masih belum membuahkan hasil.
Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran di sekitar Sungai Brantas kejadian sejak laporan diterima pada Minggu (1/12/2024) sore.
Korban diketahui pergi ke tepi Sungai Brantas pada Minggu dini hari sekitar pukul 04.30 WIB untuk mencari ikan menggunakan alat tradisional (ayap).
Namun, hingga pukul 15.30 WIB, korban belum kembali ke rumah meskipun hujan gerimis mulai turun.
Keluarga yang khawatir melaporkan kejadian ini kepada Kepala Dusun Sukowinangun, Puryanto, yang kemudian meminta bantuan warga untuk melakukan pencarian awal dan menghubungi pihak terkait, termasuk Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat.
Tim SAR Gabungan Dikerahkan
Sebanyak 45 personel dari tim SAR gabungan Blitar, Kota Blitar, Kediri, Tulungagung, dan Malang dikerahkan untuk melakukan pencarian. Operasi ini mencakup penyisiran sungai dan daerah sekitarnya. Hingga berita ini diturunkan, korban belum ditemukan.
Ciri-Ciri Korban
Korban Mokit memiliki tinggi badan sekitar 150 cm, berbadan kurus, berkumis, dan terakhir terlihat mengenakan kaos singlet hitam kombinasi merah-putih bergaris serta celana pendek hitam. Ia juga membawa alat pencari ikan (ayap).
Baca Juga: Radar Blitar Genza Olympiad di MTsN 9 Blitar, Ikutkan Semua Siswa, Gali Potensi dan Bakat Terpendam
Pihak berwenang mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan korban untuk segera melapor ke Posko SAR Gabungan di Sanankulon atau ke Polres Blitar Kota.
Proses pencarian akan terus dilakukan hingga korban berhasil ditemukan. Pemerintah daerah dan tim SAR meminta masyarakat sekitar tetap waspada, terutama mengingat intensitas hujan yang dapat memengaruhi kondisi Sungai Brantas.(*)
Editor : Anggi Septian A.P.