Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Harga Cabai di Blitar Jadi Sorotan, Berikut Perbandingan Harganya dengan Tulungagung, Beda Tipis!

Jihan Wahida Rahma Salsabila • Kamis, 5 Desember 2024 | 17:32 WIB

 

Harga cabai di Blitar jadi sorotan, berikut perbandingan harganya dengan Tulungagung
Harga cabai di Blitar jadi sorotan, berikut perbandingan harganya dengan Tulungagung

BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM - Harga cabai yang merupakan kebutuhan pokok masyarakat terus menjadi perhatian, terutama petani di Blitar dan Tulungagung.

Situasi sulit dialami para petani cabai di Blitar, khususnya di Bumi Penataran, menjelang akhir tahun ini.

Selama dua pekan terakhir, hasil panen cabai mereka sulit terjual, membuat banyak petani memilih untuk tidak memanen cabainya.

Upaya petani untuk menjalin kemitraan dengan perusahaan guna memastikan penyerapan hasil panen pun menemui jalan buntu. Konsistensi suplai menjadi kendala utama dalam proses ini.

Dilansir dari berbagai sumber, saat ini harga cabai keriting di pasaran berkisar Rp4 ribu per kilogram, meningkat dibandingkan dua hari lalu yang hanya Rp1,5 ribu per kilogram.

Namun, angka ini tetap tidak sebanding dengan biaya operasional, seperti upah memetik cabai yang mencapai Rp3 ribu per kilogram.

Berdasarkan data terbaru selama tahun 2024, berikut informasi perbandingan harga cabai di kedua daerah Blitar dan Tulungagung :

Harga Cabai Rawit Merah 

Blitar : Rp.30.500,-per kilogram.

Tulungagung : Rp.30.666,-per kilogram.

Meski terdapat selisih, harga di Blitar sedikit lebih murah dibandingkan Tulungagung. Namun, perbedaan ini tergolong kecil sehingga harga relatif stabil di kedua wilayah​.

Harga Cabai Merah Besar

Blitar : Rp.12.000,-per kilogram.

Tulungagung : Rp.15.333,-per kilogram.

Untuk jenis cabai ini, Blitar memiliki harga yang lebih terjangkau dibandingkan Tulungagung, dengan selisih yang cukup signifikan​.

Perbedaan harga di kedua daerah dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti Pasokan Lokal, Ketersediaan stok dari petani setempat memengaruhi harga di pasar. 

Cuaca, Kondisi cuaca yang memengaruhi hasil panen. Distribusi, Biaya transportasi dan jalur distribusi juga menjadi faktor penting.

Selain itu, harga cabai yang fluktuatif dapat memengaruhi pengeluaran rumah tangga, terutama bagi pedagang makanan yang sangat bergantung pada bahan ini.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk memantau perkembangan harga dan mengatur pola belanja sesuai kebutuhan.

Harga cabai di Blitar dan Tulungagung relatif stabil dibandingkan rata-rata harga di Jawa Timur, yang sempat mencapai Rp32.785,- per kilogram untuk cabai rawit merah.

Namun, fluktuasi harga tetap menjadi tantangan, sehingga peran pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga sangat penting.

Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat memantau perkembangan harga bahan pokok melalui pasar setempat. (*)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#petani #harga cabai #blitar #petani cabai #tulungagung