Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Gawat, Dinkes Temukan Puluhan Kasus HIV/AIDS di Blitar, Data 2024 Turun dari Tahun Lalu

Muhamad Ilham Baha’udin • Sabtu, 7 Desember 2024 | 15:00 WIB
Ilustrasi HIV / AIDS. Kasus ini marak sejak 2009.
Ilustrasi HIV / AIDS. Kasus ini marak sejak 2009.

Blitar — Hingga awal Desember ini ada puluhan temuan kasus baru HIV/AIDS di wilayah Kota Blitar.

Meskipun begitu, jumlah kasus tersebut terbilang mengalami penurunan signifikan dibanding tahun lalu yang mencapai ratusan.

Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kota Blitar, Trianang Prasetyawan mengungkapkan, penemuan kasus baru tetap dilakukan, tapi ada penurunan secara jumlah dan ini menjadi sinyal positif. Upaya pencegahan tetap harus diperkuat.

Hal itu selaras dengan target Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI yang mencanangkan 2030 sebagai tahun tanpa kasus baru, kematian, maupun diskriminasi terkait HIV/AIDS.

“Kami terus melakukan sosialisasi rutin kepada masyarakat, terutama kelompok yang berisiko, agar dapat menekan penyebaran penyakit ini,” ujarnya kepada Koran ini kemarin (6/12).

Berdasarkan data yang dihimpun Dinkes Kota Blitar, hingga awal Desember ditemukan 70 kasus baru termasuk satu kasus pada ibu hamil.

Jumlah ini menurun signifikan dibandingkan 2023 yang mencapai 100 kasus dalam setahun.

“Meskipun begitu, penting melakukan deteksi dini dalam memerangi penyakit ini. Semakin banyak kasus yang ditemukan lebih awal, semakin baik, karena pengobatan bisa segera dilakukan untuk mencegah penularan lebih lanjut,” tegasnya.

Menurut dia, meskipun penyakit HIV/AIDS belum bisa disembuhkan, penderita dapat menjalani hidup normal dengan pengobatan antiretroviral (ARV) yang diberikan secara rutin.

Obat ini membantu menekan perkembangan virus dan menjaga kualitas hidup penderita.

Selain itu, sebagai langkah strategis, Dinkes Kota Blitar membentuk Warga Peduli AIDS (WPA) dan Kelompok Dukungan Sebaya (KDS).

Kedua kelompok ini berperan memberikan motivasi dan pendampingan kepada orang dengan HIV/AIDS (ODHA). 

“Kami ingin memastikan para penderita merasa didukung, baik secara psikologis maupun medis. Dengan langkah-langkah ini, kami terus berupaya mewujudkan lingkungan yang bebas stigma dan diskriminasi, sekaligus mempercepat tercapainya target nasional,” pungkasnya. (ham/c1/ady)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#dinkes #hiv/aids #Kota Blitar