BLITAR - Nongkrong di kedai kopi atau kafe menjadi kegiatan favorit kalangan muda Blitar dalam dua tahun terakhir.
Tak hanya ditandai dengan menjamurnya kedai kopi dan kafe, tapi juga ikut mengubah pola bersosialisasi remaja dan kalangan muda.
KEDAI kopi kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat untuk menikmati kopi, tetapi juga sebagai ruang kreatif untuk melakukan berbagai kegiatan dan interaksi sosial.
Pengusaha kafe atau kedai kopi berupaya keras untuk membuat tempat yang nyaman dan aman untuk konsumennya.
“Kalau saya memang suka nongkrong bareng teman-teman, dan menghabiskan waktu untuk mengobrol maupun mengusir penat setelah bekerja seharian,” ujar Risma, salah satu warga yang suka habiskan waktu untuk nongkrong.
Menurut perempuan pekerja swasta ini, ada beberapa hal yang membuat konsumen datang ke suatu kafe atau kedai kopi.
Pertama suasana kafe yang nyaman, kemudian aneka menu yang lengkap dan tentu rasanya yang enak.
Kemudian untuk kedai kopi, adalah menu aneka kopi yang bisa dipilih sesuai dengan selera.
“Kondisinya harus nyaman itu yang paling uatama, kemudian kedua adalah menu-menu yang ditawarkan, selain lengkap juga rasanya. Ini bisa menjadi pertimbangan konsumen,” bebernya.
Hoby nongkrong anak muda Blitar, jelas dia, sebenarnya bukan hal terlihat dalam setahun atau dua tahun terakhir.
Tapi, selama ini memang tidak ada tempat yang asyik dan mampu mewadahi selera “nongkrong” anak muda ini.
Kalau dulu justru memilih untuk keluar kota untuk mencari tempat nongkrong.
“Kalau dulu sebelum kafe menjamur di Kota Blitar, di akhir pekan bisanya memilih tinggal di rumah. Kalau nggak di rumah ya ikut ke luar kota untuk mencari tempat yang asyik untuk nongkrong.
Perkembangan Kota Blitar dengan industry kuliner lewat kafe dan kedai kopi ini adalah hal yang positif, dan tentu secara ekonomi juga menguntungkan pemerintah kota,”ungkapnya. (nan/ady)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila